Rere berlari untuk menembaki lawan. Ia sesekali bertiarap sesuai saran Jaka. Dor! Rere menembak. Namun, luput. "Sial!" Dor. Justru ia yang malah menjadi sasaran. Mau tak mau Rere bergegas merangkak dan berlari ke pohon. Gadis ini mengatur napas sembari melihat pelurunya. "Aih, sisa dua!" Ia kesal. Tak ada cadangan sama sekali. "Bagaimana ini?" Walaupun hanya permainan, tetapi bila mengenai peluru. Maka sakitnya bukan main. Malam semakin larut, tetapi mereka belum menyudahi latihan. Rere berlari dan mengarahkan pistol. Ia mencari mereka seraya berputar pandangan. Rere mendengar dari alat komunikasinya. Ia lantas meraih dari pinggang kanan. "Saya di jarak seratus langkah dari pohon rambutan. Di sini lapang. Hanya ada rumput setinggi mata kaki." "Saya akan ke sana." Dor! Rere menembak saa

