Brak… “Bisa kerja nggak? Kalau nggak keluar sana!!” Ucapan bag petir itu mampu membuat satu karyawan Leo berdiri dengan gemetar. Dia baru saja mengantar satu file yang diminta, dan entah kesalahannya dimana tiba-tiba saja Bos barunya langsung melempar file itu ke tong sampah. Dan meminta karyawan untuk segera pergi dari ruangannya. Entah ruangan atau perusahaan itu dia pun juga tidak tahu. “Kamu nggak denger aku bilang apa? Kamu saya PECAT!!” ucapnya lagi dengan lantang. Pria itu mendongak dan menatap Bos barunya dengan memohon, jika dia dipecat anak dan istrinya akan makan apa? Bahkan Bos barunya sama sekali tidak peduli, entah bisa makan atau tidak dia nyatanya tidak peduli sama sekali. Hidupnya saja tidak ada yang peduli, dan kenapa dia harus peduli dengan orang lain? Ketika ora

