Rencana

1033 Kata

Tiba-tiba saja tangan Nino mendapatkan pergerakan dari jari jemari Suci. Perlahan tapi pasti. Suci pun membuka matanya yang terpejam. Ia mengernyit menahan sakit dikepalanya. Mungkin karena pingsan dengan waktu yang lumayan lama. "Sayang, kamu sudah sadar?" tanya Nino. Rere yang melihatnya ikut senang. "Aku dimana? Apa aku sudah ada di surga? Tapi, mengapa surga itu gelap tidak seperti yang orang banyak bicarakan," lirih Suci yang membuat Nino menatap ke arah Rere. "Kamu ada di rumah sakit sayang," jawab Nino. "Rumah sakit? Aku masih hidup berarti ya? Pantas, masih kegelapan yang menyelimutiku." Suci tersenyum kecut. "Kamu kenapa bicara seperti itu? Jelas kamu masih hidup." Nino sedikit kesal. Suci tertawa kecil. "Aku kira, aku sudah mati, ternyata belum." "Ci… sudah ya, gak usah ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN