12.1 Francis Aurum

1134 Kata
ANCIENT NEWBORN. . Francis Aurum, salah satu darah murni Aurum yang selalu mendapat banyak perhatian dari mata para bangsawan. Meskipun bukan adik dari Duke Aurum, dan hanya menjadi bangsawan tingkat dua di dalam silsilah keluarga, tetapi ciri khas ‘Singa Utara’ sangat melekat padanya. Rambut berwarna emas, mata biru berkilauan, kulit putih sedikit merah muda, dan diberkahi roh singa yang sangat dominan. Orang-orang yang baru bertemu, mungkin akan salah mengira bahwa dia adalah keluarga utama Aurum, dan bukannya seorang tangan kanan yang ke mana-mana mengikuti Aryeh seperti seekor itik. Namun, selain penampilannya yang menonjol, kemampuan Francis dalam mengelola keluarga juga tidak bisa dianggap sepele. Padahal baru berusia 25 tahun, tetapi sepak terjangnya sudah hampir melampaui ayahnya. Di keluarga besar Aurum, di mana seluruh bangsawan di sana masih berstatus saudara, Francis menggantikan ayahnya yang sudah tiada sebagai pendamping Aryeh an Aurum yang berstatus sebagai kepala keluarga. Ia membawahi berbagai instansi, bertugas sebagai pengawas sekaligus pemberi perintah sesuai keputusan kepala keluarga. Pembawaannya yang tegas dan sedikit dingin, ramah tetapi bermartabat, adalah hal terbaik yang bisa orang lihat dari dirinya. Apalagi, setiap kali Francis dan Aryeh berjalan bersama, keduanya seperti orang dari dunia lain yang sulit dihadapi tanpa menundukkan kepala. Akan tetapi, karena ciri-ciri fisiknya yang sangat merepresentasikan Singa Utara, Francis menjadi sangat kesulitan ketika Aryeh tiba-tiba tiada. Terlebih, keturunan Aryeh satu-satunya, yakni Lenardy an Aurum, masih juga tidak bisa ditemukan meskipun Francis sudah mengerahkan seluruh pasukan untuk mencari anak majikannya itu. Para bangsawan yang ada di bawah nama Aurum menjadi sangat gesit untuk mencoba mengangkat Francis menjadi kepala keluarga yang baru. Alasannya adalah karena Lenardy akan mustahil untuk ditemukan, mustahil anak lima tahun itu selamat dari perampokan. Sementara, keluarga Aurum memerlukan seorang pemimpin untuk menyetabilkan kedudukan mereka di kerajaan. Tentu saja Francis tahu kekhawatiran semua orang, tetapi, beberapa dari mereka juga pasti punya tujuan yang tidak begitu benar. Apalagi, bahkan mayat Duke dan Duchess Aurum belum dimakamkan, tetapi bisa-bisanya orang-orang sudah mendatanginya untuk membahas kekuasaan. “Kurang ajar!” Memang benar-benar kurang ajar. Walaupun begitu, meskipun hatinya panas karena menahan amarah, Francis tidak bisa mengamuk begitu saja. Kepalanya kini hanya difokuskan untuk mencari keberadaan tuan mudanya, Tuan Muda Lenardy yang seperti anaknya sendiri. Ia tidak bisa membayangkan betapa menderita Lenardy di luar sana. Apakah sudah makan? Apakah sudah tidur? Hal itulah yang membuat Francis dengan berani mengerahkan hampir seluruh pasukan yang dimiliki Aurum untuk mencari Lenardy. Ia bahkan segera menghubungi dukedome tetangga untuk melakukan permintaan kerjasama dalam pencarian anak majikannya. Kemudian, setelah lewat dua hari, Francis mendapat kabar bahwa ada seorang anak singa berambut emas dengan mata biru yang dilihat orang-orang sedang berada di wilayah Grimmwolf. Anak kecil yang penampilannya mencolok meskipun memakai baju sederhana itu, katanya sedang bersama seorang pria berambut perak. Keduanya singgah di satu desa, lalu berpindah ke desa lainnya. Francis yang ingin menemukan Lenard dengan cepat, sampai menggunakan sihir teleportasi berulang-ulang untuk mencapai berbagai tempat. Dia memforsir tubuhnya sendiri untuk melakukan perpindahan secara instan, padahal, teleportasi hanya disarankan untuk dilakukan dua kali sehari. Namun, meskipun terlalu memaksakan diri, akhirnya Francis benar-benar menemukan Lenard di sebuah desa di wilayah Grimmwolf. Saat Lenard kembali ke pelukannya, anak itu terlihat lemah dengan mata sembap. ‘Pasti Tuan Muda terus menangis ketakutan selama ini’ pikirnya prihatin. Hanya saja, ada sesuatu yang sedikit tidak membuat Francis merasa lega. Sebab, ketika Lenard melihat seorang laki-laki berambut perak, anak majikannya itu jadi terlalu menempel pada si rambut perak. . oOo . Rambut berkilauan serupa platina, kulit yang bersih seputih porselain, wajah yang terlihat ayu di satu sisi tetapi tegas di sisi lainnya. Bahkan, meskipun menggunakan pakaian sederhana, dan mimik mukanya seperti orang yang kebosanan setengah mati, tapi keindahan yang dipancarkan memang sangat memikat mata. Itu, adalah kesan pertama Francis ketika melihat Kiyo. Seperti malaikat, seperti lukisan karya orang-orang terkenal. Hanya saja, lelaki berambut perak itu adalah seseorang yang dikabarkan selalu bersama Lenard. Orang itu, bisa saja ada hubungannya dengan Behemoth meskipun belum ada bukti nyata. Pikirkan saja, seluruh rombongan Duke Aurum yang sedang dalam perjalanan pulang ditemukan tewas, dan anak laki-laki mereka hilang dari tempat kejadian. Semua bukti mengarah pada kelompok perampok Behemoth yang dikenal kejam, sehingga tidak mungkin Lenard dibiarkan begitu saja dan kabur dengan mudah. Jika Duke Aurum saja tidak mampu melawan para Behemoth, lalu mana mungkin, pria berambut perak itu bisa sendirian melawan dan akhirnya menyelamatkan Lenard begitu saja. Sehingga, Francis pun mengambil dua kesimpulan. Pertama, pria itu sangat kuat sampai bisa membawa Lenard dengan selamat, tapi jika dilihat dari penampilannya, Francis jadi benar-benar ragu. Lalu kesimpulan ke dua, pria itu adalah salah satu anggota Behemoth yang sengaja digunakan untuk menyusup ke Aurum dengan berpura-pura menjadi penyelamat. Kasus seperti itu pernah beberapa kali terjadi pada para korban Behemoth, sehingga Francis sangat percaya bahwa kesimpulan ke dua ini lebih masuk akal. Francis tidak bisa gegabah bertindak, belum lagi, Lenardy an Aurum sangat menempel pada pria yang disebut-sebut bernama Kiyo itu, sehingga segala penghukuman yang seharusnya dilakukan, harus Francis tahan. “Paman Francis, Paman Francis. Tolong lepaskan ikatan di tangan Kiyo.” Francis tersadar setelah beberapa lama ia hanya diam dan termakan pikirannya sendiri. Mendengar permintaan Lenard yang sangat bersungguh-sungguh, membuat Francis tidak tega untuk mengabaikannya. Membuang napas pasrah, Francis pun memberi perintah. “Lepaskan ikatannya!” tegasnya pada salah satu prajurit yang bersamanya. Usai ikatan dari tali sihir dilepaskan, pria bernama Kiyo itu tampak meregangkan tubuhnya dengan santai. Pria itu juga menguap seperti orang yang baru saja bangun tidur, sama sekali tidak merasa takut atau terancam di hadapan Francis yang jelas-jelas memiliki aura dominan pada tubuhnya. “Kiyo, kau mengantuk?” Namun, tiba-tiba Lenard bertanya, sedikit mengagetkan Francis karena anak majikannya yang sedikit pemalu dengan orang asing, bisa dengan mudah bicara pada orang yang baru dikenal. “Lumayan.” Sedangkan pria Bernama Kiyo itu juga menjawab tidak kalah tenang. Seolah, ia dan Lenard sudah mengenal dengan akrab satu sama lain. Francis pun semakin memincingkan mata. Semakin mengawasi gerak-gerik orang asing berparas rupawan di depannya. “Paman Francis, apa kita akan segera pulang?” Mendengar pertanyaan Lenard, Francis pun mengangguk. “Ada baiknya kita segera pulang, Tuan Muda. Semua orang di Aurum merindukan Anda.” Kali ini Lenard yang mengangguk, lalu dengan wajah yang muram, ia berucap, “Aku juga ingin melihat Papa dan Mama.” Francis tersentak, ia segera berjongkok untuk menyejajarkan diri dengan Lenard untuk bisa memberikan pelukan pada anak majikannya tersebut. “Tuan Muda … semua akan baik-baik saja. Saya berjanji pada Anda.” Lenard mengangguk lemah. Ia pun tersenyum dengan sedikit canggung. “Aku percaya pada Paman Francis.” “Saya tidak akan mengecewakan Tuan Muda.” Setelah itu, dengan riang tiba-tiba saja Lenard mengatakan, “Paman Francis, bolehkah Kiyo tinggal bersama kita?” “Maaf, Tuan Muda?” “Bolehkah Kiyo tinggal bersama kita? Dia tidak punya rumah, dan baru saja keluar dari batu.” Keluar dari batu? Apakah Francis tidak salah dengar?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN