Prov Andika

1083 Kata
Dari pertama aku lihat gadis itu tidak ada apa-apanya, dia kucel, jelek, kampungan dan satu lagi norak. Semua gadis baik yang cantik maupun yang jelek, baik yang kurus maupun gendut, baik yang muda maupun tua semua tergila-gila padaku cuma gadis kampungan itu saja yang tidak tergila-gila padaku, itu membuat harga diriku menjadi turun gara-gara dia, makanya aku sangat membencinya dan mengejeknya terus menerus tapi tak ada respon sedikitpun darinya, pandangan yang memuja dari matanya tak kutemukan sedikitpun tatapannya selalu datar kalau melihatku, ini sebuah tantangan bagiku dan ini juga telah mengusik relung hatiku apa ketampanan ku atau pesonaku telah memudar dihadapannya Sungguh ini membuat aku jadi geram sama gadis kampungan itu, kalau saja ada sedikit tatapan memuja dari matanya ngk akan membuat aku geram seperti, apa dia cewek yang mempunyai kelainan sehingga sedikitpun tidak tertarik padaku Setiap ketemu ku buat dia sakit hati biar ia ingat siapa diriku ini, cowok idola para perempuan dari kecil sampai tua, biar dia tahu siapa diriku dan tidak main-main sama aku. Tapi semua yang kulakukan sia-sia karena tidak berpengaruh pada gadis kampung itu, harus dengan cara apa lagi agar gadis kampung itu bisa tertarik padaku dan bertekuk lutut dihadapanku. "Kenapa juga kamu penasaran sama gadis kampung itu", kata teman-teman "Lama-lama kamu bisa tertarik sama gadis kampung itu", kata mereka. Aku tak percaya karena tidak ada satupun dari dia yang menarik semua kurang dari segi apapun, bagaimana aku bisa tertarik, aku betul-betul tidak percaya akan hal itu. Aku cuma penasaran aja sama dia kok orang kampung ngk tertarik sama aku yang jadi idola setiap mahasiswi di kampus ini Sungguh sangat mengherankan ada cewek yang tidak memandangku sama sekali. "Dasar gadis kampung bikin hati kesal saja", batinku sambil menggelengkan kepala "Kenapa Andika", tanya teman-temanku karena heran melihatku melamun sambil menggelengkan kepala. "Ngak apa-apa lagi pusing aja urusan kantor berkas menumpuk belum aku koreksi satupun", jawab Andika Ya udah teman-teman aku pamit duluan, lagi banyak pekerjaan di kantor, aku udah ngk ada mata kuliah lagi yang harus ku ikuti. Sungguh kenapa aku selalu kepikiran dengan gadis kampung itu, awalnya mungkin aku penasaran sekarang jadinya kepikiran terus sama dia, bagaimanapun caranya aku harus bisa mengorek perasaannya padaku, tidak mungkin dia tidak tertarik padaku, wanita mana yang tidak tertarik padaku, semua tertarik kepadaku "Tapi kenapa dia cuek aja ya kepadaku,.apa dia tak ada sedikitpun rasa tertarik padaku", batin Andika Ketika di lapangan basket dan gadis kampung melintas aku sengaja mengarahkan bola ke pada gadis kampung dengan kerasnya, tak ku sangka gadis kampung itu mampu menangkap lemparan ku, ini diluar dugaan ku, sungguh aku tidak percaya dengan apa yang kulihat Dia berani melawan perintahku. Aku berpikir kalau gadis ini punya kemampuan bela diri karena dia berani mengabaikan perintahku dan selalu melawan diriku Ketika dia dibully sama Cantika dan teman-temannya juga ngk ada rasa takut sedikitpun terlihat di mukanya, Sungguh gadis kampung ini tidak mudah untuk diperintah dan dibully. Biar sering di-bully tapi gadis kampung tidak merasa jera dan tetap datang ke kampus dengan kepedeannya.Sungguh ini membuat aku menjadi meradang sendiri atas tingkahnya. Aku berpikir bagaimana cara bisa menundukkan dirinya. Aku harus bisa menundukkan hati gadis kampung itu, aku harus bisa, semangat Andika, batinku menyemangati diriku sendiri. Aku harus mencari strategi agar bisa menundukkan gadis dan menuruti semua perintahku Akhirnya aku minta ide dari teman-teman dan salah satu teman mengusulkan langkah yang harus aku lakukan untuk menjebak gadis kampung itu Apa betul ya aku sudah terobsesi sama gadis kampung itu atau jangan-jangan aku sudah jatuh hati sama gadis kampung tanpa ku sadari. Karena aku selalu bersemangat untuk membully jika bertemu dengan gadis kampung itu Sungguh aku juga bersemangat untuk ke kampus baik ada mata kuliah maupun tidak ada. Ini sungguh-sungguh tidak bisa dibiarkan gadis kampung menguasai pikiranku, aku harus bisa mengenyahkan dia dari pikiranku, karena gadis kampung bukan tipe gadis impianku, jauh banget dari kriteria gadis impianku, bisa malu aku kalah teman-teman tahu kalau aku memikirkan gadis kampung itu, apalagi kalau aku sampai jatuh cinta kepadanya, wah mau ditaruh kemana muka aku ini, masak Andika Putra Pratama mahasiswa terpopuler, terpintar dan tertampan bisa jatuh cinta sama gadis kampungan. Gila gila gila, aku memejamkan mata sambil menggelengkan kepalaku", batinku "Apa yang harus kulakukan untuk mengusir dia dari pikiranku",' batinku "Ha ha ha ngk tahu ah, lihat aja nanti, apa yang terjadi kenapa harus memikirkan sesuatu yang belum terjadi", batinku Kuambil Hp dan ku telepon Rangga agar datang ke rumahku karena hanya sama Rangga aku bisa curhat semua hal tanpa harus ada yang ditutup-tutupi. Rangga selalu bisa ngasih solusi kalau aku punya masalah Ku tekan nomor Rangga, tersambung dan langsung diangkat oleh Rangga "Hallo Rangga, lagi apa kamu", tanyaku ditelepon "Aku lagi tiduran bro, ada apa malam-malam nelpon aku", tanyanya "Bisa ngk kamu sekarang kerumah aku, ada hal penting yang perlu ku sampaikan kepadamu dan ngk bisa lewat telpon", tandasku "Oke bro tunggu, aku siap-siap meluncur", katanya "Oke aku tunggu", langsung ku matikan telpon Tidak ada 15 menit dia sudah masuk ke kamarku. "Aduh bro ketuk pintu atau beri salam biar ngk bikin aku kaget", protesnya "Kamu aja yang melamun, ngk dengar aku mengetuk pintu", kata Rangga "Ada apa sich kayaknya penting banget", katanya "Iya tentang gadis kampung", kataku lesu "Udah ku bilang jangan penasaran sama dia, jadinya kamu kepikiran terus sama dia", ucapnya "Kalau terlanjur kepikiran aku harus gimana?", tanyanya ngk semangat "Ya udah ngk usah dipikirin gadis kampung itu, biarkan saja", kata Rangga "Ya mana bisa sich Ngga, dia selalu menolak perintahku dan itu bikin aku tambah penasaran ke dia", balas Andika "Ya udah kita cari langkah yang bisa membuat dia menuruti semua kata-katamu", kata Rangga "Kalau dia sudah menuruti permintaanmu maka aku yakin rasa penasaranku akan hilang dengan sendirinya", tambah Rangga "Nah itu yang ku maksud, kamu emang teman yang paling top dech" , kataku sambil mengacungkan kedua jempol ku Rangga hanya cengengesan aja menerima acungan jempol ku "Oke kita akan susun rencana itu sekarang, kita harus melibatkan semua geng dan geng Cantika untuk membantu keberhasilan rencana ini", penjelasan dari Rangga Aku sich oke oke saja yang penting rencana berhasil dan tidak akan ada kegagalan, kata Andika Udah malam yuk tidur besok ada mata kuliah pagi, dosennya pak Hamdan killer lagi, aku ngk mau dapat hukuman, kata Rangga Makanya jadi mahasiswa yang pintar, ejek Andika Ya ya ya kamu emang yang paling pintar, seloroh Rangga Udah diam tidur, ajak Andika Nah apa yang akan terjadi pada Gadis kampung itu, kita tunggu kelanjutannya Kasih like ke aku ya sebanyak-banyaknya, jangan lupa ikuti terus ceritaku Jangan lupa like nya ya, dukung ceritaku ya, selamat membaca
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN