Dania menelan saliva dengan susah payah. Keadaan seketika menjadi canggung. Kata yang sudah ia rangkai untuk disampaikan pada wanita itu, tiba-tiba saja lenyap dari kepala. "Mau masuk?" tanya Fani. Alih-alih menjawab, Dania justru diam. "Masuklah. Dion jmsudah ada di dalam. Damar juga udah sadar," ujar Fani kemudian berlalu meninggalkan Dania yang masih berdiri tidak jauh dari pintu. Ibunda Dion tidak menyangka bahwa mantan ibu mertua akan menyuruhnya masuk, meski raut wajahnya tampak datar. Dania perlahan membuka pintu. Hal pertama yang ia lihat adalah mantan suami dan anaknya sedang berbincang dengan Aluna. 'Pantas aja mama nyuruh aku masuk. Apa mama sengaja, biar aku lihat mereka?' batin Dania, berprasangka. Ia akhirnya memutuskan untuk keluar sebelum ada yang melihat. "Mama!"

