118. Lampu Hijau?

1105 Kata

"Saya mencari putri saya. Tadi dia bilang mau jenguk papanya Dion," ujar Wina. "Oh. Dania ada di dalam. Masuk saja," sahut Fani. "Makasih." Wina mengangguk sopan kemudian berlalu, masuk ke dalam ruangan Damar diikuti oleh Anggara. Setelah apa yang terjadi, suasana di antara mereka menjadi semakin canggung. Sementara Dania, masih asik bersama anak dan mantan suami tanpa tahu ibunya tengan mencari. Menyodorkan piring berisi potongan buah-buahan pada kedua laki-laki itu. "Apa papa kamu tau kamu ke sini? Nanti kamu dimarahin loh," ujar Damar yang baru terpikir akan hal itu. Ia tidak ingin wanitanya terkena masalah karena menemaninya sejak beberapa saat yang lalu. "Tau," jawab Dania. "Hah? Kamu gak bercanda, kan?" "Enggak. Papa memang tau aku ke sini," sahut Dania. "Tapi—" Damar belum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN