"Kebetulan kamu ke sini. Maksud kamu apa bilang ke Aluna kalau aku ini lagi putus asa dan nyaris bu'nuh diri?" semprot Damar. Shaka tertawa. "Dasar Kam'pret!" kesal Damar sambil melempar bantal ke arah teman yang masih tertawa. "Kalau udah bisa ngamuk gini, berarti udah sembuh." Shaka melempar kembali bantal ke arah temennya. "Kapan balik?'' tanyanya sambil duduk di kursi. "Gak tau!" sahur Damar dengan judes. Pintu ruangan terbuka. Dokter dan suster berserta seorang lainnya terlihat di sana. Tetapi, Shaka tiba-tiba saja bangkit berdiri seraya merapikan pakaian dan juga rambut. Jelas hal itu membuat Damar terheran. Kali ini apa lagi yang akan dilakukan temen Absurdnya. "Selamat malam, Dok. Gimana keadaannya?" tanya dokter laki-laki itu. "Alhamdulillah saya udah merasa lebih baik. S

