"Aku sudah tidak ada hubungan apa pun lagi dengan Mas Reski, Ma. Jadi, Mama enggak perlu meminta izin kepadaku akan segala tindakan yang harus kalian lakukan." "Kita sudah jalan masing-masing, kalau Mama tak keberatan, jangan sampai kita menjadi musuh," ucap Bunga dengan tersenyum tipis. Sedangkan wanita di depannya ini, pintar sekali dalam berperan. "Tentu saja kita tak akan menjadi musuh. Semoga kamu juga bisa lebih bahagia." "Amiiin ....!" Bunga tersenyum lebar. Senyum yang menjadikan topeng akibat luka dalam yang dia rasakan. Menjerit pun terasa percuma, karena semua yang sudah terlewati tak mungkin bisa diulang kembali. Bunga mengambil jusnya, meminum jus itu dengan anggun. Senyum simpul yang semakin membuat Nyonya Inggrid penasaran. 'Kenapa dia bisa setenang ini? Apakah karena R

