Pukul tiga sore, setelah pulang temenin Papa cek ruko, Ardra kabarin kalau dia mau jemput aku buat bikin tato. Jadi di sinilah aku, duduk di teras nungguin Ardra dateng. Sekitar sepuluh menit menunggu, aku melihat Ardra datang, kali ini naik motor. Aku langsung bangkit dari kursiku dan menghampirinya. "Hey!" Sapaku. "Hey! Pake motor aja ya? Sore takut macet, lagian udah gak panas kok." Katanya. "Hahaha iya gak apa." "Papa kamu mana? Izin dulu ayok." "Noh lagi cuci motor sama mobil." Kataku menunjuk halaman, Papa emang agak gak keliatan sih, ketutupan mobil. "Ayok pamit!" Ajakku. Ardra turun dari motor dan ikut denganku masuk. "Pa! Estu mau pergi nih!" Seruku. "Ardra udah dateng?" Papa berjalan ke arahku dan tersenyum saat melihat Ardra. "Hallo, om!" Sapa Ardra sambil mengulurkan

