bc

Single Mommy

book_age18+
601
IKUTI
5.9K
BACA
sex
fated
independent
dare to love and hate
single mother
drama
bxg
city
addiction
like
intro-logo
Uraian

“Rey, apa kau sudah benar-benar tidak mencintai aku lagi?” Tanya Lita tiba-tiba yang membuat Rey menghentikan langkahnya. Air mata Lita jatuh di matras tempatnya bersimpuh.

“Lihatlah dirimu sekarang. Apa kamu sekarang masih pantas untuk dicintai?” perkataan itu terdengar normal namun begitu menusuk di hati Lita. Yang kian membungkam mulut Lita.

Rey meninggalkan wanita itu begitu saja tanpa menutup pintu kamar itu lagi. Menguarkan aroma jasmine keluar kamar tempat wanita itu tertegun dengan linangan air mata.

‘Jadi aku sudah tidak pantas untuk dicintai?’ batin lita bergejolak.

>> KONTEN INI BERMUATAN DEWASA, s*x, PERKATAAN BERUNSUR 18+, SILAHKAN DISESUAIKAN DENGAN MINAT BACA YA...<<

chap-preview
Pratinjau gratis
Chapter 1- Tidak Pantas
Alunan piano mengalun sayup-sayup diruangan kamar bernuasa minimalis modern itu. Lita menghidupkan lilin dengan aroma terapi ditangannya yang baru saja dibelinya dari toko Nasya. Dia berjalan kesudut ruangan dan meletakan benda bercahaya beraroma jasmine tersebut disana. Menguarkan aroma menenangkan favorite Lita ke segala penjuru ruangan berukuran 25 meter persegi itu. Lita sedang berusaha memanjakan diri dari pekerjaan yang sejak senin sampai jumat dalam seminggu ini sudah membelenggu dirinya. Tangannya meraih yogamatt yang tersimpan rapi didalam lemari, lalu menggelarnya didepan pintu. Lita segera membuka pintu geser kaca yang menyekat kamarnya dengan taman indoor disamping kamar. Lita duduk, bermeditasi, menenangkan pikirannya, melepaskan penat dan stress yang selama ini mengganggunya. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Berkali-kali Lita melakukan hal yang sama, mengatur ritme nafasnya hingga teratur dan membuatnya rileks. Badannya sangat kurus dan tulang pipinya mulai tampak, membuatnya menonjol bahkan saat Lita hanya tersenyum. Sepertinya hidup yang dia jalani selama ini sangat berat baginya. Brakkkk!! Suara pintu dibuka dengan kasar, membuat Lita terkejut. Degup jantungnya berdentuman dengan cepat, suasana nyaman dan tenang yang dibangunnya terasa sia-sia begitu saja. Dahinya berkerut, alis matanya bertautan saat melihat siapa yang berdiri didepan pintu. Rey. Ayah dari anaknya. “Lita! Mengapa kamu belum juga menandatangani surat perceraian kita?! Hah?!!” bentak Rey berapi-api seraya berjalan mendekati Lita yang sedang duduk bersila didekat taman. “Aku sudah bilang berkali-kali kan, Rey!! Kita punya Noora! Apa kita harus bercerai?! Apa tidak ada jalan lain?” balik Lita sembari beringsut mundur menjauhkan diri dari jangkauan Rey. Semenjak Rey mengenal wanita itu, rumah tak senyaman dulu lagi bagi Lita. Bahkan selama beberapa bulan terakhir pembahasan yang muncul hanyalah tentang perceraian disetiap harinya. Rumah terasa bagaikan neraka baginya. Lita sungguh tak menginginkan semua itu terjadi. Terlebih saat ini, Noora, anak mereka sudah beranjak besar. 7tahun, apa jadinya bila anak itu menanyakan papinya. Akan menjawab apa Lita nanti. Haruskah Noora tahu jika kedua orang tuanya akan segera berpisah? Bagaimana perkembangan mentalnya nanti. Semua itu sangat mengganggu pemikiran Lita. Walaupun dia sudah tidak bahagia lagi dengan pernikahan ini tapi dia harus bertahan demi anak semata wayang mereka, Noora. “Aku akan sering menemui Noora nanti. Dia kan anakku, Lit! Tidak mungkin aku melupakan dia! Sekarang cepat kamu tanda tangani surat ini Lita!” Rey melemparkan secarik kertas dan sebuah bolpoin dengan kasar kearah wanita berkulit putih itu. Lita sudah sering melihat surat itu, surat yang menyatakan bahwa kedua belah pihak setuju untuk segera becerai. Melihatnya saja sudah membuat Lita merasa sangat tertekan. Surat itu yang akan memecah belah semua kebahagiaan keluarganya selama 8tahun terakhir, keluarga yang sudah dia pertahankan walaupun dengan tetesan air mata. Lita juga sudah berulang kali membaca isinya, bahwa Lita akan mendapatkan dua rumah, sebuah ruko, mobil dan deposito. Sedangkan Rey akan menanggung segala kebutuhan Noora beserta biaya pendidikannya sampai dia dewasa. Sedangkan hak asuh anak akan diberikan sepenuhnya kepada Lita. Seakan-akan Rey tidak ingin ikut andil dalam mendidik dan membesarkan Noora, yang dia tahu adalah bahwa dia sudah memberikan uang kepada anaknya. Lita berpikir sekali lagi. Sudah berkali-kali Rey memintanya untuk menandatangani surat perceraian itu. Berkali-kali juga Lita sudah menolak namun hal itu justru membuat Rey marah besar. Suatu hari Rey bahkan menendangnya karena Lita menyobek surat itu. “Cepat!! Jangan banyak berpikir!! Jihan sudah menungguku didepan! Aku tidak mau dia marah hanya karena sikapmu yang seperti ini Lita!” bentak Rey sekali lagi. Lita memejamkan mata erat-erat, mendengar nama ’Jihan’ membuat batinnya yang sudah terluka semakin menganga. Gadis yang dulu menjadi sekretarisnya, sekarang malah merebut suaminya. Merusak kebahagiaannya, Jihan yang dikira Lita merupakan gadis baik-baik, rupanya adalah ular betina. Lita sendiri yang telah membawa ular betina itu masuk dalam kehidupannya, dan dia juga yang mengenalkan ular betina itu pada suaminya. Sungguh Lita menyesali semua yang telah dia lakukan dimasa lalu. “Baiklah, Rey. Aku akan menandatanganinya..” Lita menorehkan tinta hitam diatas kertas putih itu sebanyak yang diperlukan. Lalu menyerahkannya kepada Rey. “Haha… Bagus! Seharusnya kamu begini sejak dulu, jadi kita tak usah memperpanjang segala masalah. Semua surat dan sertifikat yang menjadi hakmu dalam surat ini ada dibrankas, periksalah. Akan aku kirimkan ke kantormu jika akta cerai kita sudah keluar!” laki-laki itu keluar sambil tersenyum puas memandangi kertas-kertas ditangannya. “Rey, apa kau sudah benar-benar tidak mencintai aku lagi?” Tanya Lita tiba-tiba yang membuat Rey menghentikan langkahnya. Air mata Lita jatuh di matras tempatnya bersimpuh. “Lihatlah dirimu sekarang. Apa kamu sekarang masih pantas untuk dicintai?” perkataan itu terdengar normal namun begitu menusuk di hati Lita. Yang kian membungkam mulut Lita. Rey meninggalkan wanita itu begitu saja tanpa menutup pintu kamar itu lagi. Menguarkan aroma jasmine keluar kamar tempat wanita itu tertegun dengan linangan air mata. ‘Jadi aku sudah tidak pantas untuk dicintai?’ batin lita bergejolak. “JADI AKU SUDAH TIDAK PANTAS UNTUK DICINTAI, REY!? Hah.. Hahaha… Hahaha…”  Lita berteriak sambil tertawa terbahak-bahak, tawa klise yang sesungguhnya menggambarkan bagaimana terluka batinnya atas pengkhianatan dan perlakuan yang Rey berikan padanya. Dari luar, Rey masih dapat mendengar teriakan Lita. Membuatnya membalikan badan. Ada sedikit rasa sesal dalam batinnya karena menyakiti wanita yang telah memberikannya satu bidadari kecil yang cantik. Namun Rey tidak dapat mundur lagi, ada wanita lain yang sangat dia cintai saat ini. Dia melangkah menuju pagar, pergi dari rumah yang telah dia tempati selama kurang lebih delapan tahun bersama Lita itu. Selamanya. “Rey...! Aku benci kamu, Rey! Benci!” raungan Lita terdengar lagi walaupun kali ini lebih  sayup. Rasa bersalah Rey pada Lita semakin terasa, terlebih pada Noora anak semata wayangnya dengan Lita. Namun, dia menatap kearah mobil merah miliknya, disana ada masa depannya yang sedang setia menanti. “Maafkan aku, Lita. Ku harap kamu bisa mengerti jalan yang aku ambil ini..” pria berkemeja biru muda itu berkata lirih. Didalam mobilnya, Jihan sudah menunggunya. Gadis itu menarik roknya, mengangkat sedikit keatas dan membetulkan posisi branya agar payudaranya terlihat lebih menonjol. Membuatnya terlihat lebih penuh sehingga hampir keluar dari tempatnya. Membuka satu kancing blouse nya agar Rey dapat melihat betapa seksinya dia sebagai seorang wanita yang sudah berhasil merebut suami orang lain. Rey masuk ke dalam mobil, Jihan merubah posisi duduknya menghadap Rey. “Gimana, Sayang?” tanya Jihan dengan mata berbinar-binar. “Dia sudah menandatanganinya. Tenang saja, semua akan cepat selesai sekarang.” Wajah Rey tampak sedikit lesu sambil memperlihatkan kertas dalam genggamannya. “Ada apa? Bukannya seharusnya kamu bahagia?” Jihan menggelayut di tangan Rey dengan manja. “Tidak, aku hanya rindu Noora.” Jawab Rey singkat. “Setelah ini kita juga akan mempunyai anak, Sayang..” jawab Jihan yang disambut ciuman Rey pada ubun-ubun Jihan. Senyum mengembang dari wajah keduanya. Rona bahagia terpancar dari wajah perempuan yang sedang mengandung 2bulan tersebut. **** Nasya memandang prihatin pada wanita yang ada didepannya sekarang. Badannya kurus seperti tidak pernah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Sedangkan tangan Nasya terus menyuapkan es krim kemulut anak perempuan berambut kecoklatan didepannya. “Noora, makan es krimnya jangan banyak-banyak ya. Ingat pesan Om Alex kan?” Lita mengusap bibir anaknya yang belepotan es krim dengan lembut. “Iya, Mami..” anak kecil itu tersenyum begitu manis. Membuat hati Lita sakit. Memikirkan bahwa anak sekecil Noora harus kehilangan keharmonisan keluarga akibat perceraian. Ini bukanlah tujuannya menikah muda dengan Rey, Lita ingin satu untuk selamanya. Tapi rupanya takdir berkehendak lain. Duri tajam mampu mengoyak semua angan-angannya tentang hidup bahagia bersama Rey. Dia tidak pernah menyangka selama ini dia sudah memelihara penyakit. ‘Semoga dia menepati janji untuk sering menemui anaknya’ harap Lita dalam hati. Hanya itu yang sekarang Lita harapkan “Jadi kamu sama Rey udah mantap untuk benar-benar bercerai?” Nasya sudah tak sabar lagi menunggu cerita Lita. “Psttt! Ada Noora…” Lita mengarahkan dagunya kearah Noora yang sedang memainkan boneka kesayangannya. “Mami, bercerai itu apa??” wajah polos Noora melihat kearah Lita penuh harap akan adanya penjelasan tentang kata yang baru saja dia dengar. “Bercerai itu, berpisah, Noora sayang..” jawab Lita singkat untuk melegakan hati anaknya ats pertanyaannya. Lita type ibu yang tidak ingin menyembunyikan apapun dari anaknya. Apapun yang anaknya seharusnya ketahui maka akan dia katakan. Walaupun untuk saat ini, cukup itu saja yang perlu Noora ketahui. “Ooo..” bibir imut Noora membulat. “Noora habiskan es krimnya dulu ya, Sayang. Mami mau ngomong dulu sama Tante Nasya. Oke?” kebingungan menguasai pikiran Lita saat ini. Dia hanya belum memiliki keberanian untuk menjelaskan pada Noora bahwa dia dan Rey akan segera berpisah. Lita menarik tangan Nasya menjauh dari anaknya menuju bangku kosong diluar toko shabby milik Nasya. Dia tak memperdulikan hawa panas yang menerpa wajahnya saat keluar dari toko. Lita menduduki satu kursi lalu menghela nafas panjang. Nasya memperhatikan raut wajah Lita dengan seksama. “Jihan.. sepertinya hamil, Sya.” Wanita berambut kecoklatan itu menghembuskan nafas berat, ada yang menghantam hatinya saat mengatakan itu. “Hah? Kamu tahu darimana kalo Jihan sekarang sedang hamil?” Tanya Nasya terkejut. “Aku melihat mereka di rumah sakit sedang mengantri di dokter kandungan beberapa waktu lalu. Saat itu Noora sakit jadi aku bawa dia ke tempat praktek Alex. Akua benar-benar tidak menyangka akna melihat melihat mereka disana.” “Keterlaluan si Rey! Lalu, apa kamu masih ingin mempertahankan laki-laki seperti itu?” muka Nasya menunjukan kekecewaan. Rey merupakan teman Nasya, dialah yang mengenalkan Rey pada Lita saat mereka masih sama-sama berkuliah dulu. “Aku sudah menandatanginya, Nasya. Tidak ada lagi yang tersisa antara aku dan Rey. Semua sudah sudah berakhir sekarang.” Lita menunduk lesu. Bulir-bulir bening menetes dipipinya. “Sshhh… sudahlah. Jangan menangisi laki-laki seperti dia. Dia bukan orang yang tepat untukmu. Kamu terlalu berharga untuk menangisi laki-laki seperti dia Lita..” Nasya berusaha menenangkan perasaan Lita, dia memeluk temannya itu. Menguatkan hati Lita agar tegar menghadapi semua cobaan hidup ini. Paling tidak, dia benar-benar harus kuat untuk menjaga Noora. Sendirian. “Hey, ada acara apa ini? Kenapa tidak mengundang aku untuk berpelukan bersama?” “Alex?” kata Lita dan Nasya bersamaan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Jasmine

read
211.5K
bc

Sekretarisku Canduku

read
6.6M
bc

Oh, My Boss

read
387.0K
bc

CRAZY OF YOU UNCLE [INDONESIA][COMPLETE]

read
3.2M
bc

Nafsu Sang CEO [BAHASA INDONESIA/ON GOING]

read
893.0K
bc

Pengganti

read
304.1K
bc

Bukan Calon Kakak Ipar

read
146.6K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook