Wanita Drama Kolosal

1068 Kata

Tepat di depan gerobak batagor, suasana yang semula hangat dan bersahabat berubah mendadak menjadi tegang, seperti langit cerah yang tiba-tiba ditutupi mendung. Beberapa pedagang mulai saling pandang, dan para pembeli yang tadinya mengobrol ringan kini memasang wajah penasaran. Anindya melangkah mendekat dengan senyum lebar yang terlalu yakin, terlalu siap. Matanya berbinar, dan langkahnya mantap seolah tengah menuju panggung utama sebuah drama romantis. “Kaivandra, akhirnya kita ketemu juga!” serunya dengan nada nyaring, penuh semangat seperti seorang pemeran utama yang baru masuk adegan. Aleeya, yang duduk di samping Kaivandra sambil menyeruput es doger, nyaris tersedak. Sedangkan pria yang disebut itu justru memalingkan wajahnya, ekspresinya berubah datar. “Kamu siapa?” Anindya tert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN