Pagi Pertama Setelah Berbaikan

1256 Kata

Sabtu pagi disambut dengan udara yang bersih dan sejuk. Langit sedikit berawan, namun matahari tetap malu-malu menampakkan sinarnya. Udara terasa ringan, tidak terlalu panas juga tak terlalu dingin—cukup ideal untuk berjalan santai di luar rumah. Aleeya berdiri di depan pagar rumah Kaivandra, kali ini tak mengetuk atau berteriak seperti biasanya. Dia hanya menunggu sambil memainkan ponselnya, sesekali melihat jam tangan. Begitu pintu terbuka dan kursi roda Kaivandra muncul di ambang pintu, senyum Aleeya merekah sempurna. “Akhirnya keluar juga dari sarangnya,” serunya ringan. Kaivandra hanya mendesah, “Kamu berisik sejak pagi. Tadi aku pikir mau diculik.” “Bukan diculik, tapi diajak healing,” Aleeya membalas cepat. Lalu melambai kecil ke arah Mama Vania yang mengintip dari jendela. “Ten

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN