Chapter 2

1681 Kata
Chapter 2 . . . . Sakura Pov. "Ini tempat tinggalmu?" Rumah yang sederhana walaupun sederhana begitu banyak kenangan di rumah ini, Sasuke terus melihat ke arah rumahku saat dia bertanya, cara bicara yang berbeda dan sikapnya pun terkesan dingin lebih dewasa, aku senang bisa melihatnya secara langsung dan biasanya aku melihatnya hanya lewat televisi. Aku dan dia hanya melihat ke arah rumah yang aku tempati, senyum yang terlihat sangat puas walaupun terlihat dibuat biasa saja tapi aku tahu pasti dia berpikir sesuatu.  "Haruno, tinggalah bersamaku." Suara yang terdengar tenang sampai aku rasanya ingin berkata, 'iya aku mau tinggal bersama mu Sasuke.' "Maaf Sasuke, bukannya aku menolak tapi aku punya alasan kuat untuk menolak tawaran mu itu," jawabku, Sasuke menatapku intens.  "Alasan?" Aku menghela nafas sesaat dan menatapnya tegas. "Alasannya adalah..." Aku berhenti bicara karena ada perasaan ragu untuk mengungkapkan apa yang aku pikirkan karena aku tahu seperti apa sifat Sasuke, ia pasti akan marah mendengar ini jika aku memberitahunya.  "Kenapa kau berhenti katakan saja aku tidak akan marah padamu Haruno, jika kau berpikir seperti itu," ucapnya.  Aku menghela nafas. "Baiklah...begini Sasuke, kita memiliki seorang Putri, namanya Sarada Haruno usianya baru 12 tahun, dia sangat tertarik denganmu selalu menonton televisi yang berhubungan tentangmu," ucapku.  "Apa kau bilang?!" Ucapannya terdengar sangat tegas.  Aku langsung menundukkan kepala, pasti dia akan marah padaku karenanya aku tidak mengikuti apa yang ia inginkan dulu untuk menggugurkan kandunganku.  "Aku akan menemuinya," ucapnya, aku menggenggam erat tangannya.  "Jangan." "Hnn.."  Dia menatapku intens, aku membalas tatapan nya sambil menunjukkan senyum, semoga dia mau mengerti keadaanku.  "Sarada, membenci sosok seorang ayah, memang dia mengidolakanmu tapi jika dia sampai tau kalau kau sebenarnya ayahnya pasti dia akan membencimu," ucapku. "Jadi itu alasannya?" tanyanya. "Iya, itu alasannya apa kau bisa menerima ini?" tanyaku padanya yang terlihat kecewa, aku yakin pasti jika dia memang sudah berubah lebih baik pasti dia akan mengerti. Aku mulai membuka pintu pagar tempat tinggalku, Sasuke terus menatap ke arahku, kau benar-benar sudah berubah selama 13 tahun kita berpisah dan perubahanmu diluar harapanku Sasuke. "Haruno?!" panggilnya. Aku melihat ke arah nya saat ingin menutup pintu pagar tempat tinggalku, ia mendekat dan berkata pelan.  "Aku mencintaimu, jangan pergi selangkah pun dari kehidupanku." Srrkk... Aku memeluknya erat bagaimanapun juga aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, aku pernah berpikir setiap mengingat masa laluku, aku selalu menuruti kemauan nya dan seperti orang bodoh yang lemah, aku dulu seperti itu karena yakin padanya, aku bersikap bodoh pun karena buta akan cintaku padanya, biarpun ada yang berpikir kalau aku seseorang yang mudah ditipu dengan kata-kata yang seakan membuat diri menjadi luluh dan hanyut berarti mereka hanya mengikuti pikiran nya tidak memikirkan apa yang diinginkan cintanya, aku berhenti memeluknya dan menatap wajahnya.  "Sasuke, aku juga mencintaimu. Bahkan sebelum kau mencintaiku." Aku menutup perlahan pintu pagar tempat tinggalku.  "Semoga malammu menyenangkan...selamat malam," ucapku, diiringi debug jantungku ini. . Sakura Pov End. . Sasuke Pov. . Aku terdiam di depan pagar besi yang bercat putih di balik pagar sosoknya yang kini sedang menutup pintu rumahnya bisa membuatku harus merelakannya untuk jauh dariku lagi rasa bahagia saat aku mendengar bahwa aku memiliki seorang Putri berumur 12 tahun, dibalik rasa bahagia ini juga ada rasa sedih karena alasannya Haruno.  Aku berbalik, mulai melangkah menuju mobil yang biasanya aku gunakan, aku membuka pintu mobil dan menyamankan dudukku, menutup mata memikirkan alasan yang Haruno bicarakan tadi. Mobil mulai melaju tenang, aku tetap di posisi ku bersandar sambil memejamkan mata. "Tuan muda Sasuke, apa anda tidak apa-apa? Maaf tadi saya mendengar semuanya."  "Hnn...tidak apa-apa kejadian ini hanya kau yang tau...mulai besok kau awasi Haruno, jika ada sesuatu kau hubungi aku." "Saya mengerti." Apa yang harus aku lakukan jika aku berperan sebagai sosok ayah yang dibenci? Aku sadar kenapa aku ini dibenci, aku hanya seorang ayah yang sangat jahat selama anakku lahir kedunia ini, aku tak di dekat nya sebagai sosok ayah pun tidak layak baginya.  Treeetthh... Treetthh... Aku meraih handphone dari saku kemejaku lalu melihat layar handphone ku, aku baru ingat aku sempat bertukar nomor handphone.  . . Messenger. . . Sasuke, apa kau punya w******p? . . Aku punya, nomer nya sama dengan nomer handphone ku. . . Messenger Off. . . Aku membuka menu w******p, aku memasukan kontak pertemanan dan tak beberapa lama dia mengirim foto, aku tersenyum melihat foto yang ia kirimkan lewat pesan w******p. Dia terus mengirim foto sampai 10 foto saat dia bersama sosok yang tak pernah aku lihat sebelumnya...jadi seperti ini Putri ku? Kami membalas pesan bergantian, membahas tentang Putriku, tanpa sadar aku hanya bisa tersenyum sambil membalas pesannya dan banyak yang aku tanyakan.  Selesainya kami saling membalas pesan ternyata aku sudah sampai dirumah yang seperti istana ini, aku mulai keluar dari mobil, melangkah menuju pintu lalu supir pribadiku membuka kan pintu rumah, beberapa pelayan yang setia terjaga hingga aku kembali, mereka membungkukkan badan memberi rasa hormat mereka padaku, langkah ini terus melangkah hingga sampai tujuanku, kamar yang cukup luas, mewah dan nyaman untuk dilihat juga untuk melepas lelahku dari kesibukanku yang padat, aku melepas jas melonggarkan dasi ku, melepas sepatu lalu merebahkan diri ke tempat tidurku, rasa nyaman dan tenang selalu aku rasakan saat seperti ini, rasa bahagia juga aku rasakan malam ini, karena aku telah bertemu dengan Haruno lagi dan mendapat sesuatu yang membuatku lebih bahagia, Sarada Haruno, aku berharap akan cepat menjadi marga Uchiha. Sasuke Pov End . . . . Sarada Pov. "Mama! Bangun!" Tokk.. Tokk.. Tokk.. "Mama!" Aku selalu menghela nafas setiap Mama membuatku harus membangunkan nya setiap pagi. "10 Menit lagi..." Aku berhenti mengetuk pintu dan mulai melangkah pergi dari pintu kamar Mamah, setiap pagi inilah yang sering aku lakukan walaupun saat hari sekolah, aku juga seperti ini. Roti lapis dan segelas s**u yang selalu aku siapkan untuk sarapan di pagi hari, aku menikmati sarapanku sendirian sedangkan Mama biasanya 30 menit lagi akan datang ke meja makan dan menikmati sarapan paginya. Jangan berpikir kalau Mama ku seorang yang malas karena bagiku Mama itu sosok yang kuat melakukan apapun sendirian dan selalu bisa mengatasi kesulitan dalam keluarga. Selesai sarapan aku menuju ruang tamu seperti biasa aku duduk di sofa sambil menonton acara favoritku, Sasuke Uchiha sosok yang harus dijadikan panutan menurutku pribadi karena kesuksesannya bisa aku ikuti agar aku bisa sukses dan bisa membantu Mama ditambah lagi kebaikkan nya juga harus ditiru. Ting... Nung... Suara bel lebih awal dari biasanya tumben si numpang makan, paman Sasori datang lebih awal biasanya setiap Mamah sarapan baru datang, Aku beranjak dari tempat duduk lalu menuju pintu, bel terus berbunyi beberapa kali. Clekh.. Aku pun membuka pintu ternyata bukan paman Sasori. "Apa benar ini rumah, Nyonya Sakura Haruno?" "Iya benar," jawabku.  Aku melihat beberapa barang yang dibawa seseorang yang tak aku kenal, paman yang di hadapanku sekarang menjelaskan bahwa barang-barang ini adalah hadiah karena Mama memenangkan semacam lotre, aku merasa ada yang aneh sejak kapan Mama menyukai hal semacam itu? Aku menerima semua yang paman ini bawa hampir semua peralatan dapur yang sangat lengkap sampai aku berpikir apa memenangkan lotre hadiahnya sebanyak ini? Yang lebih anehnya lagi ada sebuket bunga mawar dan boneka beruang ditambah kunci mobil.  "Sebentar paman, ini ada yang aneh ini semua tidak masuk akal. Jumlah hadiahnya terlalu banyak." Paman itu memintaku tanda tangan, aku menghela nafas mengikuti apa yang di ingin kan Paman ini, Paman yang membawa  barang-barang seperti orang pindahan ini pergi bersama beberapa temannya.  "Mama," ucapku. "Iya, ada apa Sarada," jawab Mama. Aku membawa boneka beruang yang cukup besar, Mama hanya mengerutkan kening menatapku penuh tanya.  "Boneka?" gumam Mama.  "Coba Mama lihat keluar banyak barang di luar dan ini..."  "Kunci dan sebuket bunga?" Treeettthhh... Trerthh... Mama meraih handphonenya yang berada di meja ruang tamu lalu membalas cukup lama diiringi ekspresi yang aneh, Mama menuju pintu keluar rumah sembari tersenyum ditambah tingkah yang seakan haru. "Mama?" tanyaku, dan melihat peralatan dapur yang jumlahnya berlebihan. "Ayo kita bawa masuk semua."  "Iya," jawabku sembari mengambil peralatan dapur. . Sarada Pov End. . Sakura Pov. Aku menganti semua yang ada di dapur dengan yang baru, aku hanya bisa tersenyum saat ini karena ada-ada saja yang dilakukan Sasuke, kenapa dia memberi peralatan dapur? "Mama, kenapa paman Sasori tidak datang?" "Mm...Sasori?" Aku jadi teringat dengan Sasori saat kejadian semalam, mungkin saat ini dia marah padaku...maaf Sasori, semoga kau mau mengerti.  Setelah aku dan Putriku selesai menganti menata peralatan dapur, kami berdua melihat mobil berwarna merah yang terparkir di depan tempat tinggalku, mobil ini harus aku apakan? Aku tidak bisa mengendarai mobil…apa aku harus menjualnya? "Mama, kenapa?" Aku menoleh ke arah Sarada yang saat ini berdiri di sebelahku, ia seakan menatapku penuh tanya.  "Mama, sedang berpikir apa mobil ini lebih baik dijual saja ya? Apa kau punya saran yang bagus buat Mamamu ini, Sayang?" "Jangan panggil Sayang! Saran ya? Begini kalau Mama, ingin menjualnya jual saja, Mama kan tidak bisa mengendarai mobil?"  Aku mendengarkan si jenius kecil ku, mungkin aku harus bertanya pada Sasuke. Aku membuka aplikasi w******p dan menulis pesan untuk Sasuke, ia membalas pesanku kelihatannya dia tidak suka dengan saranku, aku menjelaskan kalau aku tidak bisa mengendarai mobil, ia menyuruhku menunggu seseorang yang akan membantuku, seperti biasa aku menonton televisi bersama Putri kesayanganku  yang sedang memukul-mukul wajah boneka beruang berwarna coklat tua yang ia dapat.  Ting... Nuung.. Tingg.. Nuung.. Aku beranjak dari duduk sambil melirik Sarada, yang masih memainkan boneka beruangnya dengan cara memukul-mukul wajah boneka beruangnya. Mm...dasar apa harus seperti itu? Aku membuka pintu keluar rumahku, seseorang yang kelihatan cukup ramah walau memiliki kulit yang putih sedikit pucat, mata Onyx yang terlihat ramah diiringi senyum yang tulus, ia memberi tahu ku kalau ia ditugaskan oleh Sasuke untuk menjadi supir pribadiku, aku hanya mengangguk pelan mengerti semua penjelasannya, aku memintanya untuk masuk kedalam rumah.  Dia terfokus melihat Sarada, Sarada beranjak dari duduknya dan meletakkan boneka beruangnya di sofa, Sarada mendekat ke arahku dan orang yang baru aku kenal.  "Mama, dia ini siapa?" tanya Sarada, ketika menatap intens ke arah orang yang baru aku kenal. "Paman, ini teman Mama," jawabku. "Mmm! Teman?"  "Gadis manis namaku Sai Shimura, teman Mamamu ketika kami masih sekolah, paman boleh tau siapa namamu?"  "Namaku Sarada Haruno." Ternyata dia cepat tanggap sampai berpura-pura seperti itu untunglah Sarada mau percaya padanya. "Paman, apa kau tidak bohong? Soalnya aku belum pernah melihatmu, dan Mama belum pernah bercerita tentangmu?" tanya Sarada ditujukan untuk Sai.  Sai hanya tersenyum, aku sedikit khawatir dengan pertanyaan yang seakan mendesak Sai. "Begini paman jelaskan...mungkin Mamamu tidak ingin membicarakannya...tenang saja, aku adalah orang yang baik seperti malaikat"  "Mmm...," jawab singkat Sarada. Semoga Sai bisa membuat Sarada percaya karena dia hanya percaya pada Sasori yang memang selalu ada untuk Sarada walaupun mereka berdua selalu melakukan hal aneh seperti berebut remote televisi dan saling membicarakan hal tidak masuk akal, entah kenapa aku jadi memikirkan Sasori, dia pun hari ini tidak datang ke rumah untuk sarapan, dan Ini pertama kalinya dia tidak datang...apa dia membenciku? Marah dengan keputusanku ini? Sasori, semoga kau mau mengerti dengan keputusanku. . Sakura Pov End. . BERSAMBUNG.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN