Bab 30

1583 Kata

Elang berdiri di ambang pintu. Setelan jasnya masih sempurna, senyum tipis terpasang seolah mereka bertemu secara kebetulan. Namun, Senja tahu, ini bukan kebetulan. “Kamu ....” Ucapan Senja menggantung, menahan nada agar tetap datar. Pria itu melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan hati-hati, nyaris tidak menimbulkan suara derit. Hanya ada bunyi ‘klik’, tanda bahwa pintu tersebut terkunci. “Saya hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja.” Elang hendak membelai wajah cantik Senja. Namun, ia mengurungkan niatnya setelah menyadari sesuatu. “Kamu kelihatan tegang. Kenapa? Hm?” Senja menghela napas, pelan ... tapi, ada kesan lelah. “Aku ke sini buat nenangin diri. Tolong jaga jarak. Aku beneran capek hadapi semuanya, Kak.” Elang tersenyum, mendekat satu langkah. “Ternyata k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN