Ekorku mengibas-ngibas tidak sabar. Mereka, Ayahku dan Moray, keduanya melemparkan tatapan sinis kepadaku sejak kami berkumpul di tempat persembunyian Siren. Setahuku, tempat ini hanya dipakai jika Ayah kedatangan tamu dari peri laut lain atau penyihir. Tidak kusangka sekarang tempat ini menjadi 'ruang sidang' untukku. Aku bersidekap erat, jariku juga bermain saking tidak sabarnya dengan situasi ini. Moray bilang ayahku ingin menemuiku karena itu dia menemuiku tadi. Tetapi kini ketika kami berempat sudah disini, justru hanya ada keheningan dengan tatapan sinis yang saling terlempar. Hanya Baji, peri penyu laut tua yang menjadi penasihat Ayah yang tetap tenang dan tidak menyerangku. Dengan tenangnya dia meminum elixir dari dalam cangkang kerang kecil. "Genevieve. Apa yang kau lakukan?"

