Entah sudah berapa kali Vivian memohon, tapi Johan seperti mati rasa untuk sekedar mengasihani Vivian. "Sabar sayang, sebentar lagi…" Johan berbisik mengerikan ditelinga Vivian. Vivian menjauhkan kepalanya dari Johan dan berontak lagi. Bunyi gemerincing dari besi yang mengikat tangan dan kakinya membuat Johan makin tertawa keras. Lagi, Vivian merasakan Johan tengah menggesek hidungnya dirahang Vivian dan turun ke leher. Kain yang menutup mata Vivian bahkan sudah basah karena air mata Vivian yang terus mengalir, tapi Johan tidak mau ambil pusing. "Jangan menolakku!" bentak Johan dan kembali menarik rambut Vivian dengan keras. "Johan, sakit…" Vivian merasa jambakan pada rambutnya menguat dua kali lipat dari sebelumnya. Perutnya yang tertekan karena diduduki Johan juga memperparah keadaan

