“Kayaknya pemiliknya jauh lebih menarik dari bunga yang dijual, terbukti pagi begini kumbang-kumbang berdatangan. Secantik itu sih dia..” Mobil yang dikendarai Rei sampai tepat di depan toko bunga milik Bening, nampak wanita itu tengah kerepotan. Beberapa pembeli datang lebih pagi, bahkan saat toko bunga belum buka mereka sudah datang dan siap mengantri. Bening tidak menyadari kehadiran Davin dan kedua kakaknya, namun bukan itu yang menjadi penyebab kekesalannya saat ini tapi sosok lelaki yang juga terlihat sibuk membantu Bening. “Dia curi start lebih awal, Vin. Sedikit lengah dia akan membawanya ke pelaminan.” Rei senang menggodanya, melihat wajah kesal Davin tapi masih mempertahankan keangkuhannya. Davin tidak menjawab, masih berusaha terlihat tenang padahal mulai gelisah dan ingin

