bc

Half Moon of Love

book_age18+
185
IKUTI
1K
BACA
others
drama
tragedy
comedy
twisted
sweet
humorous
kicking
mystery
scary
like
intro-logo
Uraian

Kim Sae Hyeon adalah seorang gadis yang memiliki takdir hidup yang begitu pelik. Ia memiliki ibu tiri yang kejam, namun ayah yang sangat baik hati, dan sahabat berbagi yang bernama Lee Areum.

Namun hubungan mereka merenggang ketika menyadari bahwa mereka memiliki perasaan yang sama pada Nam Do Hwan. Hidupnya pun dikelilingi orang aneh dan sang peneror yang ternyata dua permasalah ini memiliki 1 sumber.

Namun dengan katabahan dan keberanian Kim Sae Hyeon dalam menyelesaikan permasalahannya sendiri, akhirnya semua dapat teratasi walaupun orang yang sangat dicintainya harus pergi untuk selamanya.

chap-preview
Pratinjau gratis
HINDARI
“ Sae Hyeon-aa. Ayo sarapan lalu berangkat sekolah” Teriak pria paruh baya di luar kamarku yang terdengar lembut. “Nee Appa. Sebentar” aku pun berlari keluar menuju meja makan sambil memasukkan buku pelajaran dan menggunakan tas dengan bruntal. “ Ya ya ya. Pelan-pelan. Nanti kau terjatuh” khawatir ayahku dengan menengadahkan tangannya dibawah tasku, siaga jika saja itu terjadi seperti apa yang ia khawatirkan. “ Appa, aku kesiangan. Aku harus berangkat sekarang atau gerbang akan ditutup” tangan ku tak berhenti bergerak dengan cepat. Mengambil roti dan meminum segelas air putih yang tersedia di atas meja. “Jika tidak ingin kesiangan, seharusnya kau bangun lebih awal agar bisa membantuku menyiapkan dan membereskan rumah” Sahut ibu tanpa menatap ku dan sibuk menyiapkan hidangan makanan ke atas meja makan. Yahhh ini sudah biasa. Pagi ini aku tak dapat membantunya karena kesiangan, tadi malam aku harus mengerjakan tugas sekolah setelah pulang dari Toserba. Kegiatan rutin ku sepulang sekolah memang menjaga toserba milik ibu hingga malam. Kadang ia menyindir ku dengan kata kasar nya jika pekerjaan ku tak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Dan tak tanggung-tanggung bahkan dihadapan ayahku. Namun aku hanya bersyukur ia tak pernah memukulku didepan nya. Karena aku tahu, akan sebagaimana hancurnya hati ayahku ku ketika gadis cantiknya dipukuli oleh ibu yang bahkan bukan bagian dari darah daging di tubuhku. “Mian Eomma. Ada banyak yang harus ku kerjakan tadi malam” Aku memandang wajahnya yang masih sibuk menyiapkan makanan tanpa adanya balasan. Dan berpaling ke wajah ayahku yang memberikan kode untuk cepat berangkat dan tak usah perdulikan ibu ku. “Appa. Aku berangkat dulu” Berjalan menuju ayah dan mencium pipi kanannya lalu berlari keluar rumah dengan roti yang masih ku genggam. Ku hentikan langkah kakiku dan menoleh sekali lagi keseluruhan rumah ku dari luar. Aku merasa bersalah karena harus meninggalkan ayah yang kadang juga ibu ku bahkan tak memandang ayah sebagai suaminya, dalam artian ibu ku kadang menyuruh dan memarahinya sesuai kehendaknya sendiri. Aku tak ingin membantah, karena aku tahu, ayah yang akan kena imbasnya dengan menganggap ia tak membesarkan putrinya dengan baik selama ini. Bukan hanya itu, ibu kandungku akan kena imbas juga. Padahal ia tak pernah berbuat salah, bertemu dengannya saja tidak pernah. Dulu aku pernah membuat janji pada ayahku, bahwa aku akan membebaskannya dari rumah nenek sihir itu setelah aku sukses dan kaya. Aku harap itu cukup untuk membangun kebahagiaan bersamanya. Berdua saja sudah cukup. *** “ Sae Hyeon-aa” Panggil lembut seseorang dari belakang. Aku pun seketika menoleh dan langsung mengenalinya. Yahh,, dia Kang Seul. Dia gadis lugu dengan empat pasang mata. Ahh maksud ku dia menggunakan kaca mata. Dia selalu datang padaku disaat aku merasa sedih, tertekan dan semacamnya. Entah dimana pun aku berada, ia selalu datang menemaniku duduk. “ Kau sedang apa?” lanjutnya bertanya dan duduk di sampingku. “ Tidak ada . Aku hanya ingin melihat para pemain basket dari atas sini” Yahh,,aku memang sedang berada di rooftop gedung A yang dibawahnya tepat lapangan sekolah. Ia memandangku begitu dalam, seakan akan ia mengasihani hidupku. Aku membenci tatapan seperti itu dari orang lain terhadap hidupku. Tapi ya sudahlah. Aku hanya perlu menghindari tatapan itu lain kali. “ Aku pergi dulu” ucapkan ku sambil berlalu pergi. Bahkan setelah kepergian ku. Aku masih bisa merasakan tatapan itu. Lembut, mendalam, dan juga penuh obsesi. ****

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
221.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.0K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
2.0K
bc

TERNODA

read
201.4K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook