BAB 23

1979 Kata

Selama di perjalanan, kami hanya diam sambil melihat pemandangan yang ada. Selain tidak ada yang bisa kami bicarakan saat ini, situasinya pun memang tidak mendukung untuk kami saling bercerita atau pun bercanda. Karena itu, hanya kesunyian yang ada di dalam mobil ini. Suasana di dalam mobil ini tambah menakutkan, setelah kejadian tadi. Rendi sengaja menyuruh aku menunggu di depan pintu masuk. Tepatnya, di bawah tangga-tangga yang banyak ini. Kemudian, aku melihat Rendi yang bergegas berjalan ke arah mobil yang dia parkirkan. Di sana, aku melihat ada seorang lelaki dengan pakaian seragam putih dan juga mengenakan sebuah topi kecil. Dari penampilannya, aku bisa menarik kesimpulan kalau dia adalah seorang supir. Di tambah lagi, aku juga melihat dia membuka topinya saat Rendi mendekati diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN