POV Ajeng Gemericik air yang mengalir pelan, mulai mengganggu pendengaran ku. Suara-suara lain yang mengisi kesunyian ini, juga mulai tertangkap indera pendengaran ku. Aku pun berusaha lebih tersadar lagi dari tidur yang sangat nyenyak ini. Namun entah mengapa, mata ini sungguh berat untuk di buka. Sedikit demi sedikit, aku pun terus berusaha untuk membuka mata ini. Meski itu sangat sulit, aku terus memaksa diri untuk melakukannya. Bukan hanya itu saja, tubuhku ini juga masih terasa sangat sulit untuk digerakan. Sebenarnya, ada apa ini? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Setelah aku mulai bisa melihat bayangan benda-benda yang mulai terkena sinar matahari dari celah jendela. Karena memang hanya dari sanalah, cahaya yang menerangi ruangan ini berasal. Aku pun juga melihat, lampu ruanga

