BAB 22

1532 Kata

POV Ajeng Aku sungguh sangat terkejut dengan yang sedang terjadi. Tiba-tiba saja, sebuah bibir yang hangat mendarat begitu saja di bibirku. Suasana dinginnya malam ini, sungguh berubah dalam sesaat. Awalnya, dia hanya sebentar menempelkan bibirnya itu. Dan kemudian, dia menatap mataku dalam diam. Laki-laki itu seperti sedang mencari sesuatu di dalam mataku ini. Namun itu tidak berlangsung lama. Dia kembali melumat bibirku dengan sangat instens. Laki-laki itu dengan asyiknya memainkan bibirku sesuka hatinya. Meski begitu, dia tidak melakukannya dengan kasar. Bahkan, ciumannya kali ini lebih hangat dan nyaman. Daripada sesuatu yang sebelumnya pernah dia lakukan juga. Itu pula yang membuat aku tidak sadar membiarkan laki-laki itu melakukan sesukanya. Bukan itu saja, seluruh tubuhku juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN