Mencelos, kosong. Hanya itu bagian terbesar dalam hati Jihan yang saat ini Jihan rasakan. Semua yang terjadi padanya terlalu mendadak, terlalu mengejutkan hingga ia merasa kesadarannya di angkat paksa dari raga. Membuatnya mati rasa, bingung, tanpa arah. Pikirannya begitu berkecamuk dengan banyaknya pertanyaan yang bersemayam dalam benaknya. Bukan tentang kehidupan pribadi Alvin. Tapi tentang Alvin dan semua perasaan pemuda itu. Apa yang sebenarnya Alvin rencanakan terhadapnya? Apa yang sebenarnya sedang Alvin pikirkan? Jika memang Alvin memiliki kekasih, mengapa Alvin mau menjadi kekasih palsunya? Mengapa Alvin begitu baik padanya? Mengapa Alvin memperlakukanya seperti orang yang spesial? Mengapa? Sesak. Hatinya begitu sesak, terasa begitu berat setelah memikirkan semuanya, Semu

