“Jadi ini berarti anda tidak tahu putera anda mengencani anak Wakil Ketua Partai Kebersamaan? Anda tidak terlibat dengan hubungan putera Anda?” “Tidak ... tentu saja tidak. Saya tidak pernah berusaha mencampuri urusan anak saya, terlebih urusan hati. Saya juga sangat terkejut mendengar berita ini.” . . . Sesak, sungguh. Sekalipun Jihan sudah bertekad untuk melapaksan tapi sesak dalam dadanya tak kunjung reda. Sakit dalam hatinya tak kunjung sembuh. Berulang kali ia berusaha untuk mengalihkan perhatiannya, berulang kali ia berusaha menyibukan dirinya, tapi akhirnya yang ia lakukan tetaplah sama. Termenung dengan kepala kosong, melamun tanpa arah dan tujuan. Pikirannya masih tentang Alvin, ingatannya masih di kuasai Alvin. Semuanya masih tentang Alvin. Hanya Al

