[ 22 ] - Rahasia

2069 Kata

Langit terlihat semakin gelap. Matahari sudah kembali menuruni singgasananya, kembali terlelap di balik luasnya cakrawala barat. Hamparan awan kelabu mulai bergerak menaungi tempat tersebut. Sama seperti hari sebelumnya, angin berhembus dengan cukup kencang. Menerbangkan partikel-partikel ringan yang berada di luar kastil. Irene berdiri di depan jendela besar. Tatapannya jauh memandang keluar dari dinding padat yang membatasinya. Di sekelilingnya terdapat rak-rak yang dipenuhi oleh kumpulan buku tebal. Perpustakaan itu memenuhi lantai tiga dari keep kastil tersebut. Membuatnya dapat melihat kawasan di luar bangunan itu dengan lebih leluasa. Kehancuran … gelap … abadi. Ia membatin, setiap kata yang dikeluarkan oleh pikirannya menjadi begitu acak dan hampir tidak bisa dimengerti. Irene me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN