Chapter 94

1218 Kata

Venia berjalan dengan berhati-hati, netra indah miliknya itu melirik ke kanan dan kiri waspada. Melewati dinding bercat putih yang tampak sudah usang terkelupas dimakan oleh usia. Kemudian gadis itu melirik ke belakang tanpa menoleh. Dalam kesunyian ruangan di lorong rumah begitu panjang menuju ruangan itu, Venia benar tidak tahu akan dibawa ke mana. Ia hanya berjalan paling depan sambil melangkahkan kaki penuh kehati-hatian. Derap suara langkah kaki mereka bertiga mengenakan sepatu pantofel menggema di atas permukaan lantai, berjalan beriringan dengan cepat. Entah kenapa para perempuan itu tiba-tiba diperintahkan oleh Darius untuk segera memanggilnya. Kini, mereka berdua yang sedang berjalan di belakang menempel padanya, bagai seekor semut mengikuti gula. Hingga langkah kaki keti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN