Akhirnya…. David menjatuhkan tubuhnya ke atas aspal jalanan menatap langit biru tampak begitu cerah awan putih menggumpal gumpal bergerak seolah-olah melambai padanya. Begitu dengan perempuan di sampingnya dengan napas terengah-engah menarik kedua sudut bibir ikut merasakan kebahagian yang dirasakan oleh David. Mereka berdua menikmati kebebasan sejenak sebelum melanjutkan perjalanan lagi, meski keduanya belum mencapai tempat tujuan setidaknya mereka merasa lega sebab sudah tujuh kilo berada di pingiran kota Mhures. Terlihat dari kejahuan hutan lebat hijau rindang tampak sejuk dan menawan. Tapi siapa sanga jalanan di dalamnya. Banyak jalanan terjal, licin dan duri bertebaran hingga membuat kaki mereka berdua kini memar biru dan terdapat goresan di beberapa bagian. Terlebih David, meng

