๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐ ๐ฐ๐ช๐ช๐ฒ๐ฒ๐ฒ๐ผ๐ผ ๐ฅฐ๐ฅฐ
Bangun dari tidur, wajah Ciara sudah tertekuk, akibat ia melihat pesan yang dikirimkan Jiwa padanya pukul tujuh lebih lima belas
"Kok gw ditinggal di bandung sendiri, jemput gw Jiwa, mobil gw balikin woiii"
"Ntar lo minta tolong anterin sama kakak temen lo aja deh raa, ntar kalau bokap lo nanyak, gw tanggung jawab deh, gw bilang lu lagi ada acara sama keluarga nya sahabat lo itu, siapa si namanya, Jas-Jasminie"
"Jasmine pea"
Sambungan di putus sepihak, Ciara sudah kepalang emosi melihat ketiga temannya itu, gara-gara satu teman mereka yang ikutan mabuk berat sampai demam tinggi membuat Ciara harus mengalah, tidak dijemput di vila Rehan
Ciara celingak celinguk, sejak pagi tadi ia belum melihat Batang hidung Rehan, bahkan kasur laki-laki itu tampak kosong saat Ciara membuka matanya
Pukul sembilan kurang seperempat terdengar pintu kamar diketuk
"Siapa"
"Saya mbak, pembersih di sini"
Saat terdengar suara perempuan Ciara langsung mengijinkan untuk masuk kedalam kamar, bukan ia tidak bisa berjalan dan membukakan pintu langsung, tapi masalahnya, saat ini ia memakai kemeja milik Rehan yang tampak oversize di badannya, Sangat tidak mungkin sekali jika saat di buka pintu kamar, yang Ciara lihat malah seorang laki-laki
Wanita yang terlihat seusia dengan Ciara membawa beberapa paperbag yang diserahkan pada Ciara
"Untuk siapa ya"
"Maaf mbak, ini barang-barang semuanya dari pak Rehan, saya cuman diperintahkan ke sini memberikan ini ke mbak Ciara" Ucapnya yang langsung undur diri
Ciara yang mendengar nama laki-laki yang begitu ia cintai disebut, langsung menaikkan satu alisnya, detik itu juga ia memeriksa satu persatu isi paperbag. Sudah bisa Ciara tebak, isi paperbag itu baju-baju untuk Ciara yang Rehan belikan
Ntah harus bagaimana Ciara mendeskripsikan dirinya saat ini, ia begitu bahagia diperhatikan oleh Rehan, meskipun Rehan prihatin karena ia tidak mempunyai baju, koper baju Ciara ada di mobilnya
Ciara berpikir sejenak, bagaimana ia mengatakan pada Rehan kalau ia ingin menumpang pulang ke Jakarta, apakah laki-laki itu terang-terangan mengusirnya, atau laki-laki itu akan menolaknya, atau malah sebaliknya
Disaat pikiran Ciara melayang-layang berpikir hal yang belum tentu terjadi, ia dikagetkan dengan kehadiran Rehan dihadapannya
"Mas Devan mana mas" Tanya Ciara yang mendapat jawaban acuh oleh Rehan
Melihat gelagat Rehan barusan membuat Ciara menjadi lebih ciut untuk mengatakan ia ingin menumpang pulang ke Jakarta
"Kamu udah makan" Suara Rehan yang memecahkan keheningan di antara Rehan dan Ciara di kamar itu, Ciara hanya menggelengkan kepalanya
"Terus"
"Ya gimana mau nyari makan, kalau gak pakai celana"
"Biasanya juga pakai bikini di pantai, diliatin orang banyak santai aja, di sini cuman ada aku harus jadi masalah"
Otak Ciara yang kecil, bagaikan bijik cabe sedikit ngeleg atas ucapan Rehan barusan, ia juga bingung bagaimana ia mendeskripsikan sikap Rehan saat ini padanya
Masih berpikir keras mengenai Rehan, Ciara dikagetkan dengan Rehan yang menyerahkan salah satu paperbag yang diberikan oleh petugas vila tadi padanya
"Pakai ini, kita cari makan di luar"
Membutuhkan waktu sekitar lima belas menit Ciara mengganti pakaiannya dan membasuh wajahnya, untungnya ia sering perawatan ke dokter, jadi sekali-sekali tak memakai skincare tak masalah, asalkan ia membawa lipstik dan pensil alis, untuk memberikan sedikit volume di wajahnya
**
Ciara maupun Rehan baru saja selesai makan siang di salah satu restauran outdoor yang ada di bandung
Ciara menyukai setiap tempat wisata yang ada kota ini, selain Bandung itu dingin, di bandung juga banyak tempat-tempat yang ingin sekali Ciara kunjungi
"Kalau Jasmine tanya, jangan bilang kamu sama aku"
Rehan yang baru saja mematikam batang rokoknya di asbak padahal baru stengah ia hisap, ia sudah menarik tangan Ciara untuk ia genggam, mereka berjalan menuju mobil Rehan yang terparkir
"Kamu gak ada acara kan hari ini"
Seolah tidak terjadi apapun, Rehan membukakan pintu untuk Ciara masuk ke dalam mobilnya, menunggu jawaban dari gadis itu sembari ia melajukan mobilnya dengan kecepatan lambat
"Kok gak jawab" Kali ini Rehan menatap wajah Ciara, sementara gadis itu sejak tadi juga sudah memperhatikan wajah Rehan, seakan bingung dengan perlakuan Rehan barusan padanya
"Hey, kamu punya acara gak Ciara, kalau gak temenin mas keliling kota Bandung"
"Gak kok mas, Ciara free"
Mendengar jawaban dari gadis disampingnya itu Rehan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia harus menikmati waktunya saat ini, membuang rasa kesal pada istrinya, menenangkan pikirannya dari pekerjaan yang begitu menyita waktunya
Seperti sekarang ini, Ciara maupun Rehan menikmati alunan musik Rock yang diputar di dalam mobil Rehan, mereka seperti sedang konser pribadi
Rehan yang tak Sadar sejak tadi menggenggam tangan Ciara erat, mereka mempunyai selera musik yang sama, perjalanan menuju Jakarta dengan alunan musik yang mereka sukai sangat-sangat impian Rehan sejak dulu
Tawa mereka berdua pecah, saling tatap dan melontarkan lirik sembari mengangguk-anggukkan kepala, mendalami peran sekali
"Huuuh, ternyata selera musik kamu itu bagus juga ya Ciara, aku baru tau lo"
"Iyala baru tau, kan sekarang baru sama aku, selama ini kalau ada aku mas itu kaya singa, nyeremin" Timpal Ciara mengeluarkan isi hatinya
"Hahahah, kamu bisa aja. Lucu banget si" Rehan malah tertawa sembari mengacak puncak kepala Ciara gemas
Sementara Ciara, jantungnya berdebar tak karuan mendapatkan perlakuan Rehan hari ini menurutnya semua serba mendadak
Seakan Ciara sedang merasakan kencan bersama Rehan. Tapi, memang ini kencan pertama bagi Ciara. Kota bandung menjadi saksi kalau Dirinya begitu senang dan bahagia sekali, meninggalkan kota bandung dengan senyum dan tawa yang begitu indah di wajah Ciara
***
Dari membicarakan Erina yang membuatnya kesal, pekerjaan yang membuatnya kalang kabut karena Devan tiba-tiba harus pulang ke Jakarta, untungnya ada Ciara yang mau mendengarkan sekaligus menemaninya menikmati kota Bandung
Seperti sekarang ini, Ciara maupun Rehan menikmati alunan musik Rock yang diputar di dalam mobil Rehan, mereka seperti sedang konser pribadi
Rehan yang tak Sadar sejak tadi menggenggam tangan Ciara erat, mereka mempunyai selera musik yang sama, perjalanan menuju Jakarta dengan alunan musik yang mereka sukai sangat-sangat impian Rehan sejak dulu
Tawa mereka berdua pecah, saling tatap dan melontarkan lirik sembari mengangguk-anggukkan kepala, mendalami peran sekali
"Huuuh, ternyata selera musik kamu itu bagus juga ya Ciara, aku baru tau lo"
"Iyala baru tau, kan sekarang baru sama aku, selama ini kalau ada aku mas itu kaya singa, nyeremin" Timpal Ciara mengeluarkan isi hatinya
"Hahahah, kamu bisa aja. Lucu banget si" Rehan malah tertawa sembari mengacak puncak kepala Ciara gemas
Sementara Ciara, jantungnya berdebar tak karuan mendapatkan perlakuan Rehan hari ini menurutnya semua serba mendadak
Seakan Ciara sedang merasakan kencan bersama Rehan. Tapi, memang ini kencan pertama bagi Ciara. Kota bandung menjadi saksi kalau Dirinya begitu senang dan bahagia sekali, meninggalkan kota bandung dengan senyum dan tawa yang begitu indah di wajah Ciara
***
mati berkomentar di kolom komentar. untuk. meramaikan cerita aku. jangan lupa follow jugaaa๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ