๐๐ช๐น๐น๐ ๐ก๐ฎ๐ช๐ญ๐ฒ๐ท๐ฐ ๐ฐ๐ช๐ช๐ฒ๐ฒ๐ฒ๐ผ๐ผ ๐ฅฐ๐ฅฐ
Siang ini Ciara tidak memiliki jadwal apapun, ia hanya menikmati waktu bermalas-malasan di atas kasur
Tapi baru juga ingin menutup matanya kembali, dering ponsel Ciara sudah memekakkan isi ruangan
"Kenapa Jas?"
"Lo di mana si, udah dua hari gak main ke rumah gw"
"Di rumah, lagi menikmati jadi putri tidur"
"Ke rumah deh lo Ci, gw sakit ini, lo gak ada peduli-pedulinya sama sahabat sendiri" Jasmine mendumel di seberang sana, gadis itu terus saja nyerocos pasal sahabatnya sudah dua hari tidak gentayangan di rumahnya
Ciara menjaukan ponsel dari telinganya, suara Jasmine memang tidak ada tandingannya kalau sudah mode emak-emak seperti ini
"Iya iyaa, gw otw kesana"
Hanya membutuhkan waktu lima belas menit Ciara untuk bersiap, ia memilih menggunakan kaos ketat crop dengan d**a yang cukup rendah, dipadukan dengan celana jeans. Cukup sopan menurut nya jika nanti bertemu orang tua Jasmine
Sesampainya di sana, Jasmine langsung menodong Ciara yang membawa makanan kesukaan Jasmine di dalam paperbag yang ukurannya cukup besar
"Wiiih ada es cream, ciki ciki, ah banyak bangeeet, makasih sahabat gwww" Jasmine berhambur memeluk Ciara, gadis itu senang bukan main, Ciara itu memang sangat menyayangi Jasmine. Gadis manja dengan segala kebawelannya yang banyak maunya
Ciara membalas pelukan itu santai, mengusap punggung Jasmin dengan lembut. sudah seperti kakak yang menuruti keinginan adiknya saja mereka ini
Rumah Jasmine yang Ciara pikir ramai ternyata tidak ada siapapun, gadis itu sedang sendirian di rumah. Orang tua Jasmine sedang ada arisan bersama teman-temannya, Erina ada pemotretan di surabaya subuh tadi baru berangkat, sementara Rehan, sudah dipastikan kalau hari minggu seperti ini, ia sibuk di ruang olah raganya atau di belakang, kolam renang
Dua gadis itu kini sibuk dengan film yang di putar oleh Jasmine, atas pilihan Ciara,menikmati cemilan yang dibawakan oleh Ciara tadi
Sedang seru-seruhya mereka menyaksikan adegan 18+ di dalam film romens yang mereka tonton, Ponsel Ciara berbunyi, masuk pesan
Nomor tidak dikenal
[Aku mau ketemu sama kamu]
Ciara hanya melihat tanpa ada rasa ingin membalas pesan dari nomor yang tidak ia kenal
Pukul delapan malam Ciara berpamitan pulang pada Jasmine, karena papahnya sudah menelponnya, kalau Danu sudah sampai di rumah
Baru saja Ciara berjalan beberapa langkah, ia di tarik oleh Rehan masuk ke dalam kamarnya
"Kenapa pesan ku gak di bales, hmm" Rehan yang kini sudah menghimpit Ciara ke dinding
"Pesan apaaa, aku gak tau" Ucap Ciara sedikit gugup. Meskipun ia sangat mencintai Rehan secara diam-diam, ia belum pernah seperti ini dengan siapapun, terlebih Rehan laki-laki itu mampu mengguncang jantungnya
"Aku ngajak kamu ketemu Ciara" Rehan merendahkan nada bicaranya, mengikis jarak antara wajahnya dan wajah Ciara
"Oh tadi itu mas Rehan" Rehan hanya mengangguk, sembari terus memajukan wajahnya
"Mas jangan gini, nanti Jasmine liat"
Ciara takut akan perlakuan Rehan belakangan ini padanya, terlebih posisi mereka saat ini benar-benar rapat, Ciara berbicara saja sudah kesusahan, karena takut bibirnya akan bersentuhan dengan bibir Rehan
Blam
Rehan menutup rapat pintu kamarnya, sedetik kemudian ia mencium singkat bibir merah muda milik Ciara, Ciara hanya mematung melihat apa yang baru saja Rehan lakukan padanya
Rehan kembali mancium singkat bibir Ciara, terakhir ujung bibirnya, "nanti aku tunggu di Cafe Diamond yang gak jauh dari rumah kamu"
Di dalam perjalanan menuju rumah, jantung Ciara masih saja berdebar tak karuan. Rehan sudah mencuri first kiss miliknya, dan sekarang laki-laki itu ingin Ciara menemuinya di cafe diamond yang Ciara tau itu adalah bar
**
Ciara benar-benar mengikuti keinginan kakak sahabatnya itu, setelah Rehan terus-menerus menerornya dengan banyak sekali panggilan, Ciara memutuskan untuk menemui Rehan yang sudah Sejam lalu menunggunggunya di Cafe Diamond
"Lama sekali" Ucap Rehan yang menarik Ciara lembut untuk duduk lebih dekat dengannya
Mereka sudah ada di VIP room, Ternyata Rehan tidak sendiri di sana, sudah ada Devan, Edo, dan Sandy beserta masing-masing pasangan mereka
"Aduuh, Ciara lama sekali datangnya. Rehan udah jamuran tuh nunggunya" Edo yang berbicara, sementara pasangannya berada di atasnya bergelendotan, mencumbui dirinya dengan sensual
Sementara Devan dan Sandy tak jauh berbeda, Sandy sedang asik memainkan dua gundukan pasangannya, sembari matanya asik ke layar yang menampilkan lirik lagu yang ia nyanyikan
Rehan hanya menatapnya dengan senyuman termanis yang dimiliki laki-laki itu, menggenggam tangan kanan Ciara, "mereka sudah biasa seperti ini, bahkan lebih dari ini. Kamu jangan kaget ya" Ucapnya yang lagi-lagi menarik Ciara untuk lebih dekat dengannya
Ciara melihat ada beberapa botol minuman yang tersaji di atas meja, Rehan yang tau kalau Ciara biasa minum, ia menuangkan salah satu minuman ke dalam gelas bertangkai, memberikannya pada Ciara
"Thanks"
"Mas gak minum" Tanya Ciara pada Rehan, menyadari kalau Rehan hanya memberikan minuman itu padanya
Rehan menggeleng, "kamu minum duluan aja, tapi jangan banyak-banyak nanti mabuk"
"Hmm"
"Cup"
Rehan mencium Ciara saat gadis itu baru saja menyesap minuman hitam pekat, Rehan seakan menyedot seluruh minuman yang ia minum tadi, Lagi-lagi Mematung
"Enak?" Tanya Rehan yang mendapat anggukan kecil oleh Ciara, senang bukan main Rehan melihat respon Ciara barusan
"Mau lagi?"
Tanpa menjawab, Ciara meminum kembali minuman itu, dan Rehan kembali menciumnya, tapi kali ini bukan hanya menyedot habis minuman yang ada di dalam mulut Ciara, melainkan Rehan melumat bibir Ciara lembut
Rasa manis yang Rehan rasakan antara minuman dan juga bibir Ciara seakan menjadi satu, rasanya enggan sekali untuk Rehan menyudahi lumatan pada bibir Ciara yang membuatnya menjadi candu beberapa detik yang lalu
lumatan Rehan pada bibir Ciara semakin lama semakin menuntut, Ciara memegang Lengan Rehan yang keras dan berotot, keduanya hanyut dalam Ciuman pertama mereka yang diciptakan oleh Rehan seijin Ciara tentunya
Di ujung sana, Devan sudah memasuki pasangannya dengan menyingkap keatas dress yang digunakan oleh pasangannya, sementara Devan, ia hanya menurunkan resleting miliknya
Sandy yang terus memainkan gunung kembari pasangannya sensual, dan mereka masih setia dengan saling mengelus satu sama lain, terus bernyanyi menghabiskan minuman yang Rehan pesan untuk mereka di sini
Desahan dan erangan Devan bersama pacarnya teredam dengan suara nyanyian sandy, pelepasan mereka bersamaan dengan bibir Rehan yang berhenti melumat bibir merah muda Ciara, gadis itu kehabisan nafas, ia mencengkram lengan Rehan kuat, agar laki-laki dihadapannya itu mengijinkannya untuk menghirup oksigen sejenak
Saat Ciara ingin membenarkan posisi duduknya, karena ia sedikit merosot, Tangan Rehan malah menahannya, agar wajah ciara menatap wajahnya
"Pegel mas"
"Sebentar, Devan lagi benerin celananya" Rehan seperti tidak punya malu mengatakan hal seperti itu, berterus terang pada Ciara, membuat wajah Ciara merah padam seperti Tomas busuk
"Kenapa, hmm" Rehan lagi-lagi menjamah bibir ranum Ciara yang sedikit membengkak. Gadis itu hanya membalas dengan gelengan kepala
Jika Ciara boleh jujur saat ini, ia begitu menyukai sentuhan Rehan yang sangat lembut padanya, sikap rehan yang tiba-tiba menjadi manis seperti ini membuat Ciara ingin berteriak di hadapan laki-laki itu sekarang juga, namun Ciara juga takut, Perlu kalian ingat kembali Rehan sudah menikah Dengan Erina, dan pernikahan mereka itu bukan sebulan dua bulan, tetapi sudah berjalan tujuh tahun.
***