Sesuatu yang Baru

1231 Kata
Kejadian malam tadi benar-benar mengganggu pikiran Ciara, seharusnya otaknya itu lebih memahami isi materi kuliahnya, bukan malah memutar ulang ciumannya dengan Rehan Ia sudah berusaha melampiaskan pikirannya dengan menyibukkan diri, tapi tetap saja, wajah Rehan yang begitu tampan tidak pernah mau hilang dari pikiran Ciara Bahkan malam tadi, Ciara diizinkan untuk memegang wajah Rehan, laki-laki dewasa yang Ciara cintai Hari ini Ciara tidak akan kemana-mana, ia hanya diam di rumah. karena Danu, papahnya sedang ada di rumah. sejak malam tahun baru itu Danu tidak ada di rumah, baru sekarang ia harus menikmati waktu bersama papahnya Ponsel Ciara ntah sudah berapa banyak menerima pesan dari Rehan, tetapi ia enggan membalasnya, meskipun Ciara suka dengan perlakuan Rehan beberapa hari ini kepadanya, tetapi ia masih takut berhadapan dengan Rehan, Rehan bukan laki-laki lajang lagi, ia memiliki istri Ciara asik dengan masakannya, ia harus memasak makanan yang paling enak untuk papahnya hari ini, sudah lama sekali tidak menghabiskan waktu bersama dengan laki-laki tua yang tidak memiliki istri itu Selesai makan siang Ciara kembali ke kamarnya, mendapati ponselnya berdering, Rehan berkali-kali menghubunginya "Ada apa mas" "Kamu dari mana aja, sejak pagi aku nungguin kamu" "Aku olahraga, terus tadi masak buat makan siang sama papah" "Oh, kamu bakal ke rumah gak" "Enggak mas, aku pengen di rumah aja" "Yaa, padahal aku kangen kamu" "Gombal" Belum sempat Rehan melanjutkan percakapan dengan Ciara, sambungan telepon sudah di putus sepihak oleh Rehan Erina sudah kembali rupanya dari Surabaya, wanita itu tersenyum senang melihat Rehan duduk santai di sofa kamar mereka Tanpa ada rasa ragu ia duduk di atas pangkuan Rehan, bergelendotan manja dengan Rehan, rasanya sudah lama sekali mereka tidak saling memadu kasih Erina merubah posisinya menghadap Rehan, mencumbu rehan sensual, Rehan tidak menolak, ia juga sudah lama tidak disentuj oleh Erina, terakhir kali mereka bercinta tiga hari sebelum malam tahun baru, kini sudah hampir seminggu pergantian tahun berlalu Rehan meremas p****t Erina kuat, meskipun badan Erina tidak seberisi Ciara, Erina juga wanita dewasa yang sangat cantik dan sexy "Enggh" Erang Erina mendapati buah dadanya di remas kuat oleh Rehan Erina menyudahi lilitan lidah mereka, Rehan yang sudah terpancing sedikit kaget dengan perbuatan istrinya barusan "Maaf sayang, aku memang sangat ingin sekali dan sangat sangat rindu sekali padamu, tetapi pukul empat sore nanti aku sudah harus sampai di bandara, penerbangan ku ke Jepang pukul lima lebih lima belas menit Seperti tidak terjadi hal apapun, setelah meminta maaf, Erina ngacir ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya, sementar Rehan, ia sudha dipastikan frustasi Lihat saja adiknya itu, sudah tegang ingin sekali dipuaskan, tetapi Erina malah bertingkah seolah ini hal sepele, selalu seperti ini Rehan menyambar satu bungkus rokok yang sudah ia buka, menyesapnya dengan tenang meskipun isi pikirannya benar-benar sangat kacau Erina berpamitan, mencium ujung bibir Rehan singkat. memang, sebelum malam tahun baru Erina pernah mengatakan pada Rehan kalau Ia sudah menandatangani kontrak di Jepang untuk pemotretan selama beberapa hari, Erina mengatakan ini peluang yang cukup besar baginya, ia tidak akan menyia-nyiakan karirnya untuk lebih melambung tinggi Rehan juga tidak ada mengatakan hal apapun, ia selalu mensuport apapun yang membuat Erina berkembang dan pastinya membuat wanitanya itu senang Apapun ucapan orang tua dan keluarganya nanti mengenai Erina iq akan tutup kuping, karena ini adalah rumah tangganya, tetapi lihatlah sekarang wanita itu seakan tidak perduli bagaimana Rehan sekarang ** "Mas nanti anterin aku ke toko buku ya, tapi sebelum itu kita jemput Ciara dulu" Mendengar nama Ciara disebut seakan memberikan sedikit nutrisi pada Rehan "Gak bisa" Rehan tetaplah Rehan, ia tetap harus coll dan dingin "Ayolah mas, aku udah janji sama Ciara, mobil Ciara diservis papahnya, besok baru bisa diambil" Susah payah Jasmine membujuk akhirnya Rehan mau untuk menjemput Ciara Rehan dan Jasmine sampai di rumah Ciara pukul empat kurang sebelas menit, ciara sudah menunggu mereka dua menit yang lalu, selama perjalanan ke toko buku Rehan tak lepas mencuri pandang pada Ciara, gadis yang mulai mengusik hati dan pikirannya beberapa hari belakangan ini lepas kaca spion di tengah "Lo udah selesai Jas" Tanya Ciara yang baru saja membayar beberapa buku yang ia beli "Belum, gw masih nyari buku buat mata kulihat pak adi, elum ketemu" "Mau gw bantu gak" "Eh eh gak usah, lo duluan aja gapapa" Ciara yang tabiatnya susah untuk berbasa-basi, ia langsung kembali ke mobil, disana ada Rehan yang sedang memijit pelipisnya "Mas sakit" Ciara memberanikan diri bertanya pada Rehan yang masih saja memijit pelipisnya "Eh, enggak kok cuman pusing dikit" "Udah selesai" Tanya Rehan pada Ciara yang mendapat anggukan oleh gadis itu "Jasmine mana" "Oh, itu dia masih nyari satu buku lagi, belum ketemu" Klik Pintu mobil terkunci "Kemari" "Ha, maksudnya" "Kemari Ciara" Rehan mengulurkan tangannya, menarik Ciara untuk berpindah ke samping yang kosong, tapi begitu gadis itu berada di hadapannya, dengan gerakan cepat Rehan memindahkannya di atas pangkuannya "Aku kangen kamu" Ucapnya sembari memeluk Ciara yang berada di pangkuannya, Rehan sangat nyaman dengan posisi Ciara berada di atasnya seperti ini, wajah cantik gadis itu sangat-sangat Rehan puja sekarang, sementara, kulit pitih bersih Ciara membuat Rehan menggigil ingin menyentuh gadis itu setiap saat Cup "Mas nanti diliat orang" "Kaca mobil ku itu gelap, kamu gak usah takut" "Ta-tapi mas" "Tapi apa sayang" Ucap Rehan lemah, mengusap punggung Ciara naik turun secara teratur dengan lembut "Sa-sayang" "Hm, aku sayang kamu. Kamu juga sayang sama aku kan" Ucapan Rehan baruan membuat Ciara terpaku, bagaimana Rehan tau prihal perasaannya pada laki-laki ini, ia sudah berusaha bersikap sewajarnya untuk menahan cinta dalam diamnya pada Rehan "Kamu juga sayang sama aku kan Ciaraa" Rehan memeluk pinggang Ciara, laki-laki itu lebih merapatkan posisi mereka Ciara mengangguk, ia tidak bisa berbohong pada Rehan saat ini, ia begitu mabuk akan perasaannya pada Rehan Rehan menarik tangan kanan Ciara, menciumnya singkat, "mulai sekarang kita pacaran" Ucapnya menatap Ciara senang "Ta-tapi mas" "Kenapa, kamu gak suka sama aku" "Bukan mas, ta-tapi mbak Erina" "Sayang, aku sayang sama kamu kamu sayang sama aku. Kita bisa melakukannya itu berdua" Rehan seakan racun bagi Ciara Laki-laki itu mampu dengan mudah mendoktrin otak Ciara, buktinya Setelah Rehan mengatakan hal seperti itu, ia langsung menjawab menerima ajakan Rehan untuk mereka menjalani hubungan setelah Rehan memaksa Ciara agar gadis itu memberikan jawabannya sekarang juga Lama mereka saling melumat, dengan posisi Ciara yang duduk di atas pangkuan Rehan, menjamah wajah Rehan adalah cita-cita terbesar Ciara selama ini, sebelum seluruh tubuh Rehan Hanyut dalam ciumannya uang begitu candu, sampai tak sadar kaca mobil rehm di ketik dari luar Panik bukan main seoarang Ciara yang berada di pangkuan Rehan, melihat sahabatnya sudah di samaping mobil Rehan sekarang "Ciaraaa" Tuk tuk tuk Jasmine mengetuk kaca mobil tak sabaran, sementara, Rehan masih tenang dengan kekasihnya itu, seakan masih tidak rela untuk menyudahi adegan mesranya iti dengan kekasih barunya "Mas ada Jasmine" "Bentar" Rehan mencium singkat ujung bibir Ciara, sebelum ia memindahkan Ciara kebelakang, membuka kunci pada mobilnya "Lama banget si mas" "Gak denger Jas, mas lagi dengerin musik pakai earphone" Memasuki mobil Jasmine juga melihat di telinga Sahabatnya terdapat earphone yang menyumpal telinganya, pantas saja jika ia berteriak dari luar sahabat dn kakaknya itu tidak mendengar Ciara mencuri pandang pada Rehan ke arah kaca spion, yang ternyata laki-laki itu juga menatapnya, Rehan mengedipkan satu matanya, sembari memasang kedua telinganya mendengarkan ocehan Jasmine yang mengadu soal petugas perpustakaan tadi Suara Jasmine seakan kicauan burung yang tidak ada hentinya, sedangkan Ciara mulai rileks dengan Jasmine yang tidak ada sedikitpun menaruh rasa curiga padanya dna juga Rehan. *** selamat menikmatiii tulisan kuuuu🥰🔥🔥
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN