Mas Pacar

1048 Kata
𝓗𝓪𝓹𝓹𝔂 𝓡𝓮𝓪𝓭𝓲𝓷𝓰 𝓰𝓪𝓪𝓲𝓲𝓲𝓼𝓼 🥰🥰 "Umi ini ditaruh sebelah mana?" "di sini sayang, Jasmine tolong umi ambilin tomat yang umi tiriskan di wastafel ya. Nah, Ciara tolong bantu umi buat ngehias nasi tumpengnya ya" "Jasmine tolong umi buatkan bunga dari cabai hijau dan kuning, seperti yang umi contohin ke kamu tadi ya" "Ciara tolong umi mindahin ayam bakar itu di atas piring yang sudah umi kasih selada ya" Kedua gadis itu tampak sibuk kesana kemari sesuai intruksi umi yang sedang sibuk membuat nasi tumpeng Subuh-subuh tadi, umi sudah repot sekali memotong ini dan itu, Ciara yang menginap di rumah Jasmine terbangun, ingin mengambil minum karena haus, melihat umi Manda yang sudah sibuk di dapur pukul empat pagi membuat Ciara penasaran, apa yang akan dibuat oleh wanita paruh baya itu Setelah Manda menjelaskan kalau ia sedang membuat nasi tumpeng, pesanan dari tetangganya, acara tasyakuran anaknya yang lulus masuk polisi Setelah berbincang-bincang dengan umi, yang berawal Ciara basa-basi apa yang bisa ia bantu untuk meringankan umi Manda, umi rupanya dengan senang hati menerima bantuan dari sahabat anaknya itu Mereka berdua akhirnya bergelung di dapur, Ciara yang cekatan saat disuruh umi mencuci selada, timun, wortel, paprika, dan lain sebagainya Sementara di dalam kamar, Jasmine yang terbangun dari tidurnya menyadari jika sahabatnya itu tidak ada di sampingnya, ia langsung turun ke bawah, yang ternyata Ciara sedang mengaduk tumisan kentang yang dicampur dengan udang "Harum banget" Jasmine yang sudah bergabung di dapur, mendekat ke arah Ciara dan mendekatkan wajahnya ke wajan yang berisi tumisan tersebut "Eh eh eh, cuci muka dulu. Nanti belek lo masuk dimasakan gw" Ucap Ciara yang menyingkirkan Jasmine dengan tangannya yang tadinya berada di pinggang "Anjir lo, gw gak belekan ya" "Jasmine, mulutnya. Gak baik anak prempuan ngomong kasar kaya begitu" Umi yang sedang memasak nasi kuning memprotes dua gadis di sampingnya itu Bukannya meminta maaf, kedua gadis itu saling mengadu satu sama lain, Jasmine yang mengadu kalau Ciara memakai baju tertutup saat di depan orang tuanya saja, kalau di luar ia sudah seperti tante-tante, dan banyak lagi, sama hal yang dilakukan mereka berdua Sampai pada akhirnya umi Manda mendorong Jasmine untuk masuk ke dalam kamar mandi, membasuh wajahnya, sementara Ciara tetap dengan masakan dihadapannya Memang yang dikatakan oleh Jasmine benar adanya, dan umi Manda juga mengetahui hal itu. Jika kedua gadis itu pasti memakai pakaian kurang bahan saat sedang di luar rumah, dan memakai pakaian tertutup jika di dalam rumah, ntahlah anak zaman sekarang "Selesai" Seru Jasmine dan juga Ciara bersamaan, saat makanan tersusun rapih di atas meja makan Tapi sebelum itu kedua gadis itu diminta untuk bersih-bersih terlebih dulu, nantinya membantu umi untuk membawa semunya ke rumah tetangga mereka yang memiliki acara ** "Sayaang" Kedatangan Rehan yang tiba-tiba dibelakang Ciara, tangan kanan laki-laki itu sudah melingkar perut Ciara "Mas jangan gini nanti diliat orang" Ciara berusaha melepaskan tangan besar Rehan yang memeluknya, tetapi tenaga Rehan itu sangat kuat sekali "Aku kangen" Ucapnya yang merapatkan tubuhnya dengan tubuh Ciara, wajahnya sudah ia simpan di ceruk leher Ciara, sementara gadis itu cekikikan akibat rasa geli yang ia rasakan. Ia belum pernah seintim ini sebelumnya, jadi wajar saja jika sensasi geli yang ia rasakan "Geli maas" Ciara semakin cekikikan saat deru nafas Rehan menjamah kulit lehernya, sampai ia harus menghentikan aktivitasnya memindahkan beberapa potong ayam rendang yang memang di tinggal oleh umi "Aku kangen kamu sayang" Rehan terus saja melancarkan aksinya, menciumi leher gadis itu yang terkadang menjilat dan mengigitnya kecil "Nanti diliat orang mas Rehaan" Ciara yang kali ini tidak tahan sensasi geli yang diberikan oleh Rehan, gadis itu sudah menghadap Rehan dengan wajah merah merona "Diliat siapa sayang, di sini cuman kita berdua" Rehan yang memajukan wajahnya ingin menyambar bibir Ciara malah berhenti karena tangan Ciara lebih dulu menghentikannya Bukannya memarahi Rehan yang sembarang menyosor padanya, Ciara malah gagal fokus dengan Rehan di hadapannya itu, hotpants navy d**a telanjang memperlihatkan badan Rehan begitu berotot membuat Ciara meneguk ludahnya sendiri "Kenapa liatin aku kaya gitu, hmm" Belum sampai mencapai bibir Ciara sekarang yang berstatus kekasihnya, suara Cempreng Jasmine terdengar di dapur Ciara berbalik melanjutkan pekerjaannya, sementara Rehan melipir mengambil gelas dan menuangkan air dingin "Rehan, kenapa tidak memakai baju" Umi sudah duluan protes melihat anak sulungnya itu selalu seperti itu "Minum umi" Seperti biasa, Rehan akan terlihat dingin dan cuek kalau ada Ciara di depannya "Cepetan pergi ke atas, pakai baju kamu. Jangan kaya gini, gak baik dilihat, mana ada adik-adiknya, udah gadis gadis lo ini" Tutur umi yang mengusir Rehan di dalam hati Ciara berbunga-bunga, bukan hanya sekali atau dua kali ia melihat penampilan Reham seperti itu, tapi yang membuat ia berbunga-bunga adalah Mas Rehan nya itu sudah benar-benar menjdi pujaan hatinya sekarang, kekasih gelapnya yang sangat-sangat ia cintai Jasmine yang terus nyerocos membicarakan anak tetangga mereka itu ternyata sebaya olehnya, dan gadis itu kerap memuja wajah anak tetangganya itu yang lulus masuk polisi, bukan hanya tampan dan pekerjaannya yang menjanjikan, serta anak orang kaya raya, tetapi ia juga pernah bertegur sapah dengan laki-laki itu di salah satu tempat Ciara yang paham akan ucapan sahabatnya itu, langsung paham maksud Jasmiy pada suatu tempat, sudah pasti Club yang Jasmine maksud pada suatu tempat itu Umi yang mendengarkan dua gadis itu hanya tersenyum dnan geleng-geleng kepala, ternyata anaknya itu sudah dewasa sekali, menceritakan laki-laki sudah sangat antusias seperti ini, meskipun ia tidak tau kemana arah pembicaraan kedua gadis tersebut "di mana" Suara Rehan membuat Jasmine maupun Ciara menjadi kicep, mereka tidak mau melanjutkan pembicaraan mereka tadi, bisa-bisa berabe kalau ada Rehan Rehan itu memegang kartu As Jasmine, jangan sampai kakaknya itu keceplosan mengenai Jasmine jika di luar rumah Umi yang melihat gelagat anaknya langsung melerai, "sudah-sudah, ayo kita sarapan, umi masih harus ke rumah tetangga kita" Sarapan pagi itu sangat khidmat dilaksanakan, meskipun tidak ada Papah Berahim dan Erina Ciara yang bolak balik tertangkap basah oleh Mata tajam Rehan, saat mencuri pandang ke arahnya, rasanya Ciara ingin menggigit lengan besar Rehan karena laki-laki itu menggunakan kaos putih polos, terlihat sangat pas di badan Rehan Seakan Ciara benar-benar jatuh-jatuhnya nya pada jurang buatan Rehan, Meskipun menjadi kekasih gelap Rehan ia begitu senang, sudah memiliki hati Rehan, perasaan yang ia simpan selama bertahun-tahun itu kini membuahkan hasil Lihatlah sekarang, betapa tampan mas pacarnya itu pagi ini, dengan pakaian santai serba putih yang Rehan kenakan, membuat jantung Ciara berdetak tak stabil seperti biasa ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN