Part 23

1342 Kata

Part 23 Aku masih bersikap baik padanya. Lebih tepatnya berusaha untuk bersikap biasa di hadapan bapak dan ibu.menawari Restu makan, membawa bajunya ke laundry. Hanya sebatas itu saja. Namun, sikapnya agak berbeda. Setiap malam selalu merengek untuk tidur bersamaku. “Kemarilah, kita harus tidur dalam satu kasur. Aku akan mendekapmu agar kamu bisa hangat. Cuaca akhir-akhir ini sangat dingin,” ucapnya saat aku sudah membungkus diri dengan selimut. Ah, sungguh rutinitas yang membosankan. Berharap sekali temanku bisa segera pindah, agar aku pun segera menempati tempat itu. Seperti biasa, aku abai dengan perkataannya. Terlebih kata-kata Restu yang tidak bisa b*******h meski aku dalam keadaan tanpa sehelai benang pun, membuat diri ini lebih terhina sekali. “Isna, aku bicara sama kamu,” ucap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN