“Reyhan,” sambut Sekar dengan antusias. Wanita paruh baya itu langsung berdiri dari tempat dan menyambut anak pertamanya. “Mama sudah menelepon sejak sore tadi karena ingin memberitahumu. Tapi kamu tidak angkat, untung saja sekarang kamu datang,” ujar perempuan tersebut sambil berusaha meraih lengan Reyhan. Pria itu masih berdiri sambil menatap pada semua orang yang sedang berkumpul, ia sama sekali tak menghiraukan Sekar meski wanita tersebut sedang ada di sampingnya. Dia berjalan tanpa menggubris ibu sambungnya itu sama sekali. Bahkan panggilan telepon yang dimaksud oleh Sekar tadi, memang Reyhan sengaja mengabaikannya karena pria itu sampai saat ini belum mau berbaikan dengan sang ibu sambung. Karena tak mau terlihat canggung, Sekar langsung berkata kembali pada semua keluarga Wul

