15

2565 Kata

Sepulang dari pantai, aku langsung kembali ke penginapan. Caden, seperti biasa, pergi mengurus sesuatu. Selalu ada yang harus diurus Caden. Padahal aku berharap bisa menikmati udara di pantai sedikit lebih lama. Pantai tanpa sampah industri. Seumur hidup ini merupakan kali kedua melihat pantai secara langsung. Pantai yang pertama kali aku kunjungi, di kehidupan lalu, ialah pantai dengan pasir berwarna cokelat gelap. Airnya keruh, plastik bertebaran di setiap tempat, dan tidak ada kerang maupun bintang laut. Pasti sangat menyenangkan berlari bertelanjang kaki di pasir merah muda. Kalau bisa, aku ingin berlari sambil menggandeng tangan Caden. Namun, sekali lagi, itu hanya sebatas imajinasi belaka. Caden tidak peka. Semoga calon istri Caden di masa depan tidak makan hati. “Yang Mulia, sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN