Seorang filsuf pernah berkata bahwa urusan negara sebaiknya diserahkan kepada seorang pemikir, bukan prajurit. Sekarang aku mengerti maksud ucapan beliau. Segala perkara mengenai pajak, kas kerajaan, distribusi keuangan, sampai dengan kesepakatan dagang; semua ini jelas bukan tempat bermainku. Iya, sebagai orang yang terlahir di era kapitalis seharusnya aku mengerti t***k bengek perkara debit dan kredit. Namun, daya serap otakku mengenai informasi dan pembelajaran jelas terbatas. Satu, aku bukan murid terpandai yang bisa dibanggakan guru. Kemampuan berhitung terlebih bila menyangkut rumus Matematika; teorama pitagoras, rumus keliling lingkaran, bahkan bilangan cacah; amat buruk. Mungkin karena guru Matematika-ku terlalu pilih kasih dalam mengajar sehingga murid kelas jelata, yakni aku, t

