Hari sudah malam. Kai turun dari mobil ambulans di pinggir trotoar jalan raya. Dia sudah disambut oleh seorang pria paruh baya yang kelihatan tidak suka sekali. "Kenapa tiba-tiba sekali? Bukannya kau sibuk dengan pemakaman ayahmu?" tanya pria itu menyerahkan kunci mobil hitamnya kepada Kai. Kai melambaikan tangan pada teman-teman Adrien yang pergi jauh. Dia kemudian melepaskan maskernya dan menjawab, "Om, papaku besok dimakamkan, sekarang aku ada urusan." "Kenapa aku curiga dengan kematiannya?" "Nggak perlu banyak mikir, kalian cuma rekan kerja," kata Kai tersenyum sambil menunjukkan kunci mobil pemberian itu, "intinya ini milikku sekarang, anggap saja biaya tutup mulutku karena perbuatanmu menggelapkan dana perusahaan, Om." "Kau ini..." Kai segera memasuki mobil, "Sesuai permintaan

