Kai yang masih memakai kemeja puti dan celana hitam itu kelihatan malas. Dia duduk di sofa sambil melirik jam tangan. Dalam waktu sejam, banyak karangan bunga sudah terpasang di halaman depan rumah. Kebanyakan pengirimnya adalah rekan bisnis sekaligus teman dekat. Tidak ada pelayat yang datang karena Kai menolak semua orang. Tentu saja dia melakukan itu karena tidak ada yang boleh melihat kondisi tubuh mayat dalam peti. "Kai, mana seragam berduka-mu?" tanya Tante Gladys sudah memakai gaun hitam yang tampak masih baru. Dia senang memperhatikan ruang tamu yang sudah dikosongkan demi menyambut mayat mantan suaminya. Kai menjawab singkat, "Ini yang kupakai." "Hmmm.. bunganya mulai berdatangan.." komentar Tante Gladys yang melongok keluar rumah sebentar, "Papa kamu memang orang baik ya, Ka

