Part 17

1080 Kata

Andre berlari menuju ruangan Clara. Tapi ia mendapati ruangan itu kosong. Tak ada Clara di sana. Ia lalu berlari menuju ruangan Pak Budiman. Di sana sekretaris Pak Budiman sedang duduk manis di balik meja kerjanya. "Siang Pak Andre. Ada yang bisa saya bantu?" "Siang Jes," Jessie namanya. "Kamu tau tidak di mana Bu Clara saat ini?" "Bu Clara? Lho memangnya bapak belum tau?" Andre mengerutkan keningnya. "Bu Clara sudah resign tadi pagi pak." Resign? Bagaimana bisa? Bahkan proyek yang sedang mereka kerjakan belum selesai. "Okay. Thank you, Jes." Membalikan tubuhnya lalu meraih ponselnya. Menekan lift itu beberapa kali. Berharap kotak besi itu tiba di lantainya lebih cepat. "Kenapa kak?" sahut Ansel. "Kamu tau nomor telepon Clara?" Bodohnya Andre, sampai sekarang ia tidak tahu nomor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN