Saat ingin menghindar dari Farel, ternyata ada orang yang memanggil namaku. "Rin! Ririn!” panggil seseorang bersuara wanita. “Siapa gerangan?” Aku tidak berani menoleh ke belakang. Dug- dug-dug ….! Suara jantung di dadaku berdetak sangat kuat, tubuh hanya bisa mematung yang empunya suara yang menghampiriku dan berdiri di depan. "Kamu balik hari ini juga?" Netta, berdiri dengan wajah ceria di depanku. Ia teman yang bekerja di Taiwan juga. Jantungku hampir mau copot saat melihat pantulan kaca, Farel berdiri menatap kami, aku bisa melihat jelas ekspresi wajahnya dari pantulan dinding kaca di bandara itu. "Ada apa …? Kok kamu tegang?” Netta mencolek lenganku. "Ayo berjalan santai menuju ke depan, bersikaplah biasa, jangan melihat ke belakang," ucapku berjalan meninggalkan Farel Taslan.

