21 | Gerhana Bulan

3090 Kata

Bulannya sakit. Gerhana tak jarang terjaga dari tidurnya saat Bulan bergerak tak nyaman. Ia membalikkan kain kompres di dahi Bulan. Panas gadisnya belum juga menurun. Dari pada tertidur dan mengabaikan Bulan, ia memilih untuk menahan rasa kantuk yang menyerang. "Sssshh," desisnya seraya mengusap kepala Bulan tatkala gadis itu gelisah dalam mimpinya. Ketukan pintu kamar Bulan membuat Gerhana menoleh. Kepala Belinda pun muncul di celah pintu yang terbuka. "Sudah larut malam, kamu boleh pulang, Nak. Kasihan bundamu di rumah." Gerhana menatap Belinda sedih. "Gerhana nggak boleh menemani Bulan, Bun?" Belinda mengembuskan napas, kemudian mengangguk dengan senyum. "Baiklah. Tapi jangan sampai kamu kurang istirahat ya. Bunda tidak ingin kamu ikutan sakit." Gerhana manggut-manggut dengan seman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN