Gerhana mendorong kursi roda Raya ke depan rumah Bulan. Ia mengetuk pintu yang tidak lama kemudian terbuka dan memunculkan Belinda. Wanita itu menatap Raya dengan berbinar. Belinda tahu, Bulan sudah bercerita kalau Gerhana akan makan malam di rumah bersama bundanya, Raya. Belinda menyambut mereka dengan antusias. Wanita itu senang karena memiliki teman, besan yang ramah dan baik seperti yang Bulan ceritakan. "Eh, ayo masuk. Sini Bunda saja yang dorong, kamu temui Bulan gih di dalam," ujar Belinda, mengambil alih pegangan kursi roda Raya. Gerhana tersenyum kemudian berlalu. Sampai sosoknya menghilang di balik pintu kamar Bulan, Belinda mendorong Raya dengan hati-hati ke ruang tamu dan menawarkannya minum. "Mau minum apa, Mbak?" Raya terkekeh geli. "Jangan panggil mbak. Saya rasa umur ki

