23 | Hilang...

1194 Kata

Bulan menatap nanar punggung Gerhana yang menjauh. Hingga sosok laki-laki itu menghilang di dalam mobil hitam yang terparkir di depan rumahnya. Bulan bergeming. Menunggu Gerhananya membuka kaca, berucap selamat tinggal. Namun, nihil. Mobil itu berlalu, membuat Bulan tertegun sendiri karena kebodohannya. Bulan berlari cepat mengejar mobil itu. Ia kerahkan seluruh tenaganya hingga dadanya terasa panas. Rasa sesak yang ditimbulkan akibat berlari ini tidak seberapa dengan rasa sakitnya ditinggal oleh Gerhana. Kepingan hatinya masih tertinggal dalam sosok Gerhana. Ia tidak bisa membiarkan Gerhana membawanya begitu saja. Ia tidak mengizinkan Gerhana untuk pergi, menjauh darinya. Tapi, apalah dayanya. Bulan terjatuh, tersandung oleh kakinya sendiri karena tidak berhari-hati. Kedua matanya tak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN