Sepanjang malam Vaga tidak tidur, ia terus berjaga di samping Viona. Vaga tidak mau lagi kecolongan karena lalai melindungi gadis itu. Vaga tak melepas pandangannya dari Viona, lagi-lagi ia merasa telah gagal, sedikit saja Vaga terlambat datang untuk menolong Viona maka Vaga tidak tahu lagi apa yang akan terjadi padanya dan kemungkinan Viona akan membencinya. Cowok itu mengambil tangan Viona untuk ia genggam, mencium punggung tangannya lalu menempelkan tangan Viona di pipinya. "Maafin aku, sayang," lirih Vaga bersuara. Entah sudah yang ke berapa kali Vaga meminta maaf pada Viona, tapi hanya itu yang bisa Vaga lakukan untuk mengurangi rasa bersalahnya. Tangan Viona terasa bergerak dengan cepat perhatiannya berpusat pada gadis itu, Vaga langsung berdiri mendekati Viona yang perlahan membu

