"Kenapa handphone kamu gak aktif? Kamu sengaja menghindar dari Mas? Atau kamu memang menyesal karena sudah mempertahankan Mas? Gimana bisa kamu ngomong pisah semudah itu Ay? Membatalkan pernikahan? Apa itu terdengar seperti pekara mudah untuk kamu?" Lanjut Mas Juna menatap gue gak habis pikir, seketika gue ngerasa bodoh banget, kenapa gue bisa mikir kalau Mas Juna mengabaikan perasaan gue? Gimana bisa gue nuduh Mas Juna gak ngerti perasaan gue padahal nyatanya Mas Juna masih sangat memperdulikan gue? Mas Juna bahkan terlihat sangat khawatir cuma karena tahu dari Ayah kalau gue di rumah sakit? Mas Juna kesal sekarang bukan karena jawaban gue tadi tapi Mas Juna kesal karena gue mengabaikan panggilannya, gue yang mengabaikan bukan malah sebaliknya. "Aya bukan menghindar dari Mas tapi Aya men

