(Bab 43)

3400 Kata

"Dek!" Mas Juna narik lengan Uni untuk balik duduk masih dengan tatapan kaget sekaligus gak percayanya, jangankan Mas Juna, gue sendiri hampir gak percaya dengan apa yang gue liat barusan, dari mana Uni nemuin keberanian sebesar itu untuk nampar Kak Alan di depan kita semua? Gue, Mas Juna sama Ali masih menatap Uni sama Kak Alan bergantian sedangkan Kak Alan sendiri hana berusaha untuk tetap tenang karena memang gak bisa membalas sikap Uni barusan, Kak Alan gak mungkin mau nampar Uni balik cuma karena Uni ngelakuin hal kaya barusankan? Jangan gila, Kak Alan gak harus sampai ngebalas Uni kaya gitu. "Kakak keterlaluan tahu gak? Kalau Kakak gak bisa ngerasa bersalah sedikitpun setidaknya jaga ucapan Kakak selagi orang yang Kakak sakitin masih bersabar, cukup diem pura-pura hidup tanpa beban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN