"Kamu gak papa?" Tanya Mas Juna ulang sembari meriksain kaki gue, seketika Kak Alan gak bisa nutupin keterkejutannya melihat kaki gue yang masih di perban, kayanya dari tadi Kak Alan gak sadar kalau ada yang salah sama kaki gue, begitupun Uni, Uni sedikit terkejut, raut wajah Uni lebih terkejut ketika mendapati Kak Alan berdiri di hadapan gue kaya sekarang, gue ngerti perasaan Uni, jangankan Uni, gue sendiri tadi sampai kehabisan kata begitu tahu kalau Kak Alan nyamperin gue sampai ke rumah, udah gitu ketemu Ayah pula, gak cukup dengan Ayah, sekarang Kak Alan malah ketemu Uni sama Mas Juna, bukannya ini udah jadi paket lengkap gue sebagai pembuka hari ini? "Aya gak papa Mas! Kak Alan cuma dateng mau minta maaf, Ni, lo jangan salah paham, gue sama Kak Alan gak punya hubungan apapun, Kak Al

