Obralan adalah kesukaan perempuan. Obral d**a dan paha jadi incaran pria. Obral cinta mungkin lain perkara, layaknya kisah Vianka yang gagal mengobral cinta ke Pak bos. “KECREKAN BANCIII!!” Vianka lari tergopoh-gopoh menuju si pemanggil. Jangan tanyakan siapa yang memanggil, jelas Pak bos galak yang level emosinya lewat 100 drajat celsius. “Kenapa, Pak?” Vianka bingung dipanggil malam-malam, teriak pula. Bagaimana jika hansip datang ngegerebek, bisa dikira ada yang kesurupan atau kemalingan. “Ini apa?” geram Kenio dengan napas memburu. Vianka melihat apa yang ditunjuk Pak bos. Selimut merah mudah bergambar hati merah tua. Serta merta senyum usilnya keluar. “Selimut, Pak,” jawabnya sok polos. Hidung Kenio mengerut pertanda emosinya nyaris tidak terbendung. “Kenapa selimut pink gini a

