Shera berlari cepat membuka pintu. Sedari tadi ia sudah cukup jenuh menunggu kedatangan Hard. "Ayah!" teriak Shera heboh. Syukurlah pria itu cepat tiba, karena cacing diperutnya sudah mendemo ingin segera diberi asupan makanan. "Kami sudah menunggumu." Shera menarik tangan sang ayah. "Benarkah? Ayah juga sudah lapar. Mari kita makan." Namun, mendadak Shera mencium bau amis di tubuh sang ayah. Ia mengendus seperti kucing. Kemudian matanya menemukan bercak darah dari jaket kulit yang sedang dikenakan Hard saat itu. "Sebentar, ini apa? Seperti noda darah. Apa ada yang melukaimu?" tanya Shera membuat Hard melirik pada apa yang sedang ditunjuk oleh sang putri. "Ah, baru saja temanku kecelakaan. Aku membantu menggotongnya ke ambulanc," alibi Hard yang langsung mendapat ide. Ia lupa melep

