Bab 13. Si Pembunuh Berdarah Dingin

1036 Kata

Udin mengikuti kemana jari telunjuk Shera mengarah, ia meneguk ludahnya kala melihat seseorang memakan es cendol itu dengan nikmat. Shera berajalan lebih dulu dan anehnya Udin mengikuti Shera dan duduk di sebelahnya. Jujur saja, Udin baru pertama kali jajan jajanan di kaki lima. "Segarnya." Shera meletakan gelasnya dan menyendok isinya. "Percaya gak kalo aku baru minum ini sama cowok dua kali? Yang pertama sama kakakku yang kedua sama kamu." Shera tersenyum kembali. Mungkin hari ini dinobatkan sebagai hari paling bahagia. Pertama, ia bisa sekolah lagi kedua berduaan dengan Udin. "Seneng deh, Din, bisa jadi teman kamu." Mendengar kalimat itu Udin berpaling pada Shera. "Sejak kapan lo sama gue temenan?" Sepertinya Udin tidak menyetujui apa yang baru saja Shera katakan. "Sejak kamu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN