Bab 19. Kemarahan Hard

1142 Kata

"Ini alamatnya?" Becca memandang gerbang warna hitam seperti bukan gerbang rumah pada umumnya. "Iya." Icha menjawab sembari mencari bel. Akan tetapi, rupanya Shera tak memasang bell di depan rumah. "Tentangga Udin dong?" Becca bersuara lagi. "Gue juga baru nyadar kali Becc." "Permisi!" teriak Icha sekuat mungkin. "Shera!" panggil Becca tak kalah kencang. Setelah beberapa saat, akhirnya ada yang membuka gerbang juga. Tetapi orang itu tak membiarkan Icha dan Becca masuk atau sekadar melihat rumahnya. Hard langsung menutup gerbang dan berbicara dengan mereka di luar. "Siapa?" Suara Hard terdengar besar dan tegas. "Selamat malam Om, kami temannya Shera." Icha menyapa dengan senyum ramah. Hard terlihat menyeringai. Ia jadi ingat orang yang ada di depannya ini. Orang ini adalah orang y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN